Shadiq Pasadigoe Serap Aspirasi Masyarakat Pandai Sikek dan Koto Laweh: Suara dari Nagari, Menjaga Tanah dan Alam untuk Generasi

M. Shadiq Pasadigoe saat menerima aspirasi masyarakat Pandai Sikek dan Koto Laweh. (Dok ist).
M. Shadiq Pasadigoe saat menerima aspirasi masyarakat Pandai Sikek dan Koto Laweh. (Dok ist).

TANAH DATAR, Jurnalterkini.id– Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Ir. M. Shadiq Pasadigoe, SH., MM, dalam masa resesnya menampung berbagai aspirasi dari tokoh-tokoh masyarakat Nagari Pandai Sikek dan Nagari Koto Laweh, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar beberapa hari lalu.


Pertemuan berlangsung di Rumah Makan Aia Badarun, Sepuluh Koto, dengan dihadiri oleh unsur ninik mamak, cadiak pandai, bundo kanduang, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat dari kedua nagari.

Bacaan Lainnya

Dalam suasana penuh keakraban namun serius, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi, terutama terkait penolakan terhadap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP/Geothermal) yang direncanakan akan dibangun di kawasan Nagari Pandai Sikek.

Suasana Nagari Pandai Sikek sendiri kini ramai dengan baliho-baliho bertuliskan tegas.

“Kami Masyarakat Pandai Sikek Menolak Geothermal (PLTP) di Nagari Pandai Sikek.”

Tulisan sederhana itu merefleksikan keresahan mendalam masyarakat terhadap rencana proyek yang dinilai berpotensi mengubah tata kehidupan dan lingkungan nagari yang subur. Warga menilai bahwa aktivitas pengeboran dan pembangunan infrastruktur geothermal dapat mengganggu keseimbangan ekologis, merusak struktur tanah, serta mengancam sumber air yang menjadi tumpuan hidup ribuan warga.

“Pertanian bukan sekadar pekerjaan bagi kami. Ini adalah napas kehidupan, warisan yang kami jaga dari generasi ke generasi,” ujar Tokoh Masyarakat nagari Pandai Sikek, saat berdialog dalam forum tersebut.

Pandai Sikek dikenal luas bukan hanya karena kerajinan songketnya yang mendunia, tetapi juga sebagai lumbung pangan Tanah Datar. Hasil bumi seperti padi, bawang merah, dan sayur-mayur tumbuh subur di tanah vulkanik yang kaya mineral. Data BPS Tanah Datar (2024) mencatat sektor pertanian menyumbang hampir 30 persen PDRB daerah dan menjadi penghidupan utama bagi lebih dari 70 persen penduduk. Nilai ekonomi pertanian dalam tiga tahun terakhir bahkan meningkat lebih dari Rp1,4 triliun.

Namun masyarakat khawatir, keberadaan proyek geothermal akan membawa dampak ekologis yang serius. Penelitian Kementerian ESDM (2023) menyebutkan, eksplorasi geothermal berpotensi memengaruhi aliran air tanah, memicu pelepasan gas hidrogen sulfida (H₂S), serta berisiko menimbulkan ketimpangan sosial antara investor dan masyarakat lokal.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ir. M. Shadiq Pasadigoe menyampaikan bahwa seluruh masukan masyarakat akan menjadi bahan penting dalam pembahasan di DPR RI, terutama terkait pengawasan terhadap proyek-proyek energi di daerah rawan pertanian dan lingkungan adat.

“Saya memahami keresahan masyarakat Pandai Sikek dan Koto Laweh. Aspirasi ini adalah suara hati rakyat yang harus kita dengarkan. Negara tidak boleh abai terhadap keberlanjutan lingkungan dan kearifan lokal,”
tegas Shadiq Pasadigoe.

Mantan Bupati Tanah Datar dua periode itu juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian alam. Menurutnya, energi hijau tidak boleh merusak sumber kehidupan rakyat.

“Kita tentu mendukung energi terbarukan, tapi jangan sampai rakyat dikorbankan. Prinsipnya, pembangunan harus membawa manfaat, bukan ancaman bagi kehidupan masyarakat,”
ujarnya lagi.

Dalam dialog tersebut, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan lain seperti peningkatan infrastruktur pertanian, dukungan UMKM lokal, dan penguatan ekonomi kreatif berbasis kerajinan songket serta pariwisata budaya.

Pertemuan diakhiri dengan doa bersama dan komitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Pandai Sikek dan Koto Laweh serta kecamatan X Kota secara damai dan bermartabat.
Sebagaimana pepatah Minangkabau yang dikutip oleh Ir. M. Shadiq Pasadigoe:

“Bak anak dipangku, kamanakan dibimbiang, urang kampuang dipatenggangkan.”

Masyarakat Pandai Sikek dan Koto Laweh berharap banyak kepada Shadiq Pasadigoe untuk dapat memperjuangkan suara mereka.

“Kami berharap banyak kepada Pak Shadiq Pasadigoe agar dapat memperjuangkan suara kami” ujarnya salah seorang masyarakat Pandai Sikek pada Kamis (16/10/2025).

Ungkapan itu menjadi simbol semangat Shadiq Pasadigoe untuk terus hadir dan mendengar suara rakyat di nagari-nagari, memastikan bahwa setiap pembangunan tetap berpihak pada kehidupan masyarakat dan kelestarian serta kerukukunan masyarakat alam Minangkabau. (Diona Arvoni).

Total Views: 398

Pos terkait