Karimun, jurnalterkini.id – Kasus Tuberkulosis (TBK) di kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau hingga bulan September lalu tercatat ada 371 kasus. Apabila dibandingkan tahun 2024 lalu, terjadi penurunan kasus serupa yaitu 584 kasus. Penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, sehingga perlu dilakukan perawatan rutin dengan mengkonsumsi obat dari dokter.
” Alhamdulillah, kalau dilihat kasusnya terjadi penurunan dibandingkan tahun lalu. Untuk, penderita atau pasien TBC didominasi orang dewasa dan ada anak-anak juga,” terang Plt Kepala Dinas Kesehatan Karimun Soerjadi, Kamis (2/10/2025).
Ia menurutkan dari 371 kasus TBK, hanya satu kasus TBC Resisten Obat (RO) sedangkan sisanya TBK Sensitif Obat (SO) dan yang sudah sembuh 121 orang sisanya dalam proses pengobatan. Sedangkan, pada tahun lalu mencapai 84 persen sembuh. Selain dilakukan pengobatan rutin terhadap pasien TBK, pihaknya juga terus berupaya deteksi dini dan skrining dilapangan. Sehingga, dapat menemukan kasus TBC secara cepat dan dapat segera diobati.
” Penyakit ini tidak hanya menyerang paru-paru, namun organ tubuh lainnya juga yang bisa mengakibatkan konflikasi serius seperti sesak napas akibat kerusakan paru,” ungkapnya.






