Wali Kota Semarang, Semarang, seusai pengukuhan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Semarang, di Balaikota Semarang./Dok.Foto.Ist.(jurnalterkini.id/Ponco)
Semarang, jurnalterkini.id – 18 September 2025 Pemerintah Kota Semarang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) akan menggelar kegiatan Apel Semarang Damai pada Jumat, 19 September 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam memperkuat sinergitas antar aparat dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga perdamaian dan kondusivitas di Ibukota Provinsi Jawa Tengah.
Apel yang akan berlangsung di halaman Balai Kota Semarang mulai pukul 15.30 hingga 17.30 WIB ini dirancang sebagai momentum penguatan komitmen bersama menolak segala bentuk provokasi dan tindakan intoleran yang dapat mengganggu harmoni kehidupan warga.
Kegiatan dilanjutkan dengan patroli mobil keliling kota yang akan menempuh rute Balaikota – Jalan Pemuda – Jalan Pandanaran – Simpang Lima – Jalan Gajah Mada – Jalan Depok, sebelum kembali ke Balaikota. Patroli ini bertujuan meningkatkan kehadiran aparat di ruang publik dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Sebanyak 316 peserta dari unsur TNI, POLRI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Semarang dan elemen masyarakat lainnya akan ambil bagian dalam apel dan patroli tersebut. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, akan memimpin apel secara langsung sekaligus menyampaikan amanat untuk mengajak seluruh warga menjaga perdamaian, menghargai perbedaan, dan menolak segala bentuk tindakan anarkis.
“Apel Semarang Damai adalah bentuk nyata dari komitmen kita semua untuk menjaga kerukunan dan ketertiban di kota ini. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan nilai toleransi dan persatuan, serta menolak segala bentuk provokasi yang dapat merusak kondusivitas,” ujar Agustina.
Kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi untuk mendorong masyarakat lebih bijak dalam bermedia sosial, khususnya dalam menghindari penyebaran hoaks dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah persatuan.
Menurut rencana, Apel Semarang Damai tidak hanya dilaksanakan oleh aparat keamanan dan pemerintah, melainkan juga akan melibatkan peserta dari partai politik, ormas, dan komunitas masyarakat pada hari-hari berikutnya.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, Semarang diharapkan menjadi contoh kota yang mampu menjaga kedamaian dan menciptakan suasana yang kondusif demi kesejahteraan bersama.(PH)






