
Selain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan sekolah melakukan test urine secara acak pada sesi edukasi penanganan korban tenggelam. Tujuannya, tidak lain untuk mencegak beredarnya narkoba dikalangan para pelajar. Sedangkan, narasumber sendiri para dokter yang baru melaksanakan wajib kerja dengan pemerintah dan bekerjasama dengan klinik medilab Tanjung Balai Karimun.
” Insyallah, kedepan kita akan adakan edukasi kepada para pelajar lainnya. Kali ini, pelajar dari SMAN 4 Karimun dan SMKN 1 Karimun dengan dua sesi,” tuturnya.
Sedangkan, salah satu narasumber dr Shafira menyampaikan kepada para pelajar agar jangan khawatir saat penanganan pertama terhadap masyarakat yang mengalami pingsan maupun saat korban tenggelam. Sehingga, bisa tertolong nyawanya apabila dalam proses pertolongan secara tenang.
” Adek-adek pertama harus tenang dahulu. Baru, prosesnya seperti ini dan antisipasi seterusnya dengan dibawa ke rumah sakit terdekat,” sambil memperagakan proses penangan yang disaksikan oleh para pelajar.

Salah satu narasumber dr Shafira saat memberikan instruksi penanganan pertama secara cepat terhadap korban yang pingsan maupun tenggelam dipantai.FOTO: Rusdi
Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 4 Karimun Mulya Darmawan mengungkapkan, pihaknya sangat menyambut positif dan bermanfaat bagi para anak didiknya. Sehingga, mendapatkan ilmu bagaimana penanganan korban tenggelam atau terjadi diperkantoran maupun ditempat lainnya.
” Ini sangat positif sekali, bagaimana memberikan bantuan secara spontan kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan secara mendadak,” ucapnya.(*/red)






