Nurdin juga mengatakan BPR ini dulu ia bentuk bersama alm. Muhammad Sani sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Karimun, mengingat kondisi hari ini terjadinya inflasi dan lapangan pekerjaan yang sulit didapatkan.
“Hal ini tentunya juga didorong beberapa faktor seperti arus barang dan logistik terjadinya hambatan, mudah-mudahan dengan Pak Bupati Karimun melantik dirut dan direktur baru ini orang-orang yang profesional bukan, karena kedekatan balas budi maupun hubungan yang dekat.” ujarnya.
Dalam hal ini, Nurdin mewakili masyarakat mengatakan telah menunggu lompatan-lompatan serta terobosan lainnya tanpa dipengaruhi oleh lingkungan yang mementingkan kepentingan individual.
“Saya beberapa kali mendapatkan undangan dari masyarakat untuk menyampaikan keluhan mereka seperti permasalahan pendidikan, keagamaan, dan ekonomi. Saya berharap bapak bupati dapat memberikan terobosan lainnya dan kita tetap harus menjaga dunia usaha di Kabupaten Karimun.” Nurdin melanjutkan.
BPR Tuah Karimun diperuntukkan sebagai solusi dari pemerintah dengan menyentuh langsung ke masyarakat dalam sektor perekonomian.
Nurdin Basirun menitip pesan untuk para pemimpin dalam membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat maupun instansi vertikal.
“Pak Bupati betul, daerah kita dikelilingi negara-negara maju, namun sebagai tokoh masyarakat kuatkan langkah-langkah yang konkret dan yakinlah niat kita bersama masyarakat.” ujar Nurdin.
Disamping itu Nurdin meyakini direktur utama BPR Tuah Karimun Periode 2025-2030 telah memiliki banyak pengalaman terkhusus dalam hal perbankan.
“Saya rasa beliau dapat mendorong pertumbuhan di Karimun khususnya di sektor ekonomi kemasyarakatan. Kita lihat kondisi sekarag ini banyak penjual namun siapa yang beli, ruko-ruko yang sudah tutup, ini fakta jika kita tidak membuat langkah-langkah yang konkrit kita khawatir api ini akan semakin membesar jika kita tidak segera memadamkan.” lanjutnya.
Nurdin juga menegaskan tidak ada lagi unsur politik semuanya harus di dasari ke profesional
“Dalam hal ini saya tidak bermaksud mencampuri urusan bapak Bupati. Tidak ada lagi masalah politik di Karimun semua sudah selesai, kita melakukan secara profesional, kenapa saya katakan ini, karena saya pernah melakukan ini bukan karena saya hebat.” tutup Nurdin.(edy)






