Pekanbaru,JurnalTerkini.id— Menyikapi beredarnya sejumlah foto dan pemberitaan di media sosial maupun sejumlah kanal berita lokal terkait dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Riau, Agus Salim selaku Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Riau memberikan klarifikasi tegas. Ia menyebut bahwa foto-foto yang ramai dibicarakan publik tidak memiliki kaitan apapun dengan Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswillub) PPP yang tengah menjadi sorotan. Rabu (15/6/2025).
Agus Salim menjelaskan, polemik bermula sejak tahun 2024, ketika muncul desakan dari sejumlah kader dan pengurus wilayah untuk mengganti Ketua DPW PPP Riau saat itu, Samsurizal. Desakan ini kemudian ditindaklanjuti dengan penyampaian surat resmi kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP. Menanggapi surat tersebut, DPP menunjuk salah satu pengurus sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPW.
“Penunjukan Plt itu dilakukan oleh DPP sesuai dengan mekanisme organisasi. Ini merupakan langkah yang sah dalam mengisi kekosongan jabatan. Dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai, pengisian jabatan lowong melalui penunjukan Plt memang sudah diatur,” ungkap Agus Salim.
Menanggapi kabar yang mengaitkan momen tersebut dengan Muswillub, Agus membantah keras. Ia mengatakan bahwa pada saat penunjukan Plt, tidak ada proses atau permintaan untuk menyelenggarakan Muswillub.
“Foto-foto dan pemberitaan yang beredar tidak berkaitan dengan Muswillub. Proses yang terjadi saat itu murni penunjukan Plt karena kebutuhan organisasi. Tidak ada dasar atau permintaan dari DPW untuk melakukan Muswillub,” tegasnya.
Soal Muswillub, Harus Sesuai AD/ART
Lebih lanjut, Agus Salim menambahkan bahwa Muswillub sebagai forum pengambilan keputusan strategis dalam organisasi partai tidak dapat dilakukan sembarangan. Terdapat syarat-syarat administratif dan prosedural yang harus dipenuhi.
“Muswillub itu forum tertinggi di tingkat wilayah dan tidak bisa dilakukan secara serampangan. Harus ada dasar hukum, syarat formil, serta tahapan pelaksanaan yang semuanya merujuk pada AD/ART partai. Apakah itu sudah dijalankan atau belum, tentu kita akan cermati dan evaluasi,” kata Agus.
Menutup pernyataannya, Agus Salim mengajak seluruh kader PPP di Riau untuk menjaga kekompakan, mengedepankan musyawarah, dan tidak terjebak dalam konflik internal yang dapat merugikan partai menjelang kontestasi politik ke depan.
“Kita harus fokus memperkuat konsolidasi dan menyambut agenda-agenda politik ke depan, termasuk persiapan Pilkada. Dinamika internal itu wajar, tetapi jangan sampai mengorbankan soliditas partai,” pungkasnya.




