Ahmad Luthfi: Hard Enduro Internasional di Kendal Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Jateng

Kendal, jurnalterkini.id – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Hiu Selatan International Hard Enduro ke-7 yang digelar di Kabupaten Kendal. Event motor trail ekstrem bertaraf internasional ini dinilai menjadi momentum strategis untuk menggali dan mempromosikan berbagai potensi daerah, khususnya di sektor sport tourism, ekonomi, dan UMKM lokal.

Bacaan Lainnya

Kompetisi ini memadukan adu keterampilan ekstrem seperti hill climb dan enduro, sekaligus memperkuat kekompakan komunitas otomotif serta menjadi ajang promosi wilayah. Menurut Ahmad Luthfi, kegiatan ini bukan sekadar olahraga, tetapi menjadi magnet bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ini merupakan suatu potensi wilayah. Tidak hanya terkait Enduro, tetapi di situ juga ada UMKM, ada BMW Bike Week, dan kegiatan otomotif lainnya,” kata Ahmad Luthfi saat meninjau kesiapan sirkuit di lokasi event, Minggu, 22 Juni 2025.

Ia menambahkan, ajang seperti ini berdampak langsung pada pengembangan sport tourism, khususnya di Kendal dan Jawa Tengah secara umum. Potensi besar ini, lanjutnya, harus dioptimalkan oleh seluruh pihak, termasuk pemerintah dan pelaku usaha lokal.

Koordinator Event, Lau Aguan, menyebutkan bahwa persiapan event telah mencapai 90%. Sirkuit dan jalur sudah hampir rampung, menyisakan pekerjaan teknis seperti pemasangan tenda, banner, dan fasilitas pendukung lain yang akan diselesaikan dalam H-7 sebelum pelaksanaan.

Tahun ini menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya ajang ini diadakan di luar Cilacap, setelah enam tahun berturut-turut digelar di sana. Kendal dipilih karena lokasi strategis yang mudah diakses dari berbagai wilayah, termasuk dekat dengan jalur Tol Trans Jawa.

“Jadi tahun ini acara Hiu Selatan agak berbeda, final diambil malam hari. Diikuti oleh 20 negara termasuk dari ASEAN, peserta dari mancanegara sebanyak 32 orang, sisanya 400-an peserta dari lokal dan nasional,” ujar Lau Aguan.

Menurutnya, antusiasme peserta cukup tinggi. Hingga saat ini, pendaftar sudah mencapai 312 orang, dan masih terus bertambah. Ada sembilan kategori yang dipertandingkan: Internasional Pro, Internasional Amatir, Nasional Pro, Nasional Amatir, 35+, 45+, Women, Junior, dan Lokal.

Sebagai penggagas Hiu Selatan International Hard Enduro, Lau berharap ke depan pemerintah bisa lebih terlibat dan mendukung perkembangan olahraga ini. Ia menyebutkan bahwa potensi dampak ekonomi sangat besar.

“Dalam enam penyelenggaraan sebelumnya, minimal ada 5.000 sampai 7.000 orang yang terlibat, mulai dari peserta, teknisi, panitia, hingga warga yang menonton. Semua ini berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi lokal,” jelasnya.

Lau juga mengajak pemerintah untuk melihat hard enduro bukan sekadar olahraga ekstrem, tetapi sebagai peluang besar untuk menggerakkan ekonomi daerah melalui pariwisata dan industri kreatif.

Dengan digelarnya event ini di Kendal, diharapkan dapat menjadi contoh sukses pemanfaatan sport tourism dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan promosi daerah di tingkat nasional maupun internasional.(PH)

Total Views: 746

Pos terkait