Kisah Sedih Istri Pejabat Meranti

NASIB malang yang menimpa Mrh (34) tak kunjung berakhir. Setelah sebulan lamanya mencari suaminya, ST salah seorang pejabat di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Kini, anak pertama mereka, Muhammad Marsya Akbar yang baru berumur 2,3 tahun tertabrak motor di Jalan Merbau, Minggu (29-9-2014) saat mencari ayahnya.

Setelah berputar-putar mencari Ayahnya, Marsya yang baru pandai berjalan itu sempat beristrahat sejenak di Jalan Merbau Kota Selatpanjang bersama ibunya Mrh. Malang memang tak berbau, Marsya yang begitu lincahnya mau menyeberang jalan, tiba-tiba dalam waktu bersamaan satu motor juga sedang melintas di jalan tersebut. Akhirnya warga sekitar dikejutkan dengan tertabraknya Marsya, ungkap Mrh Ibu marsya ketika ditanya Wartawan Media ini di Praktek Dr. Joko Jln. Kesehatan Selatpanjang.

Mrh mengaku sangat sedih dengan nasib yang menimpa dirinya saat ini, dengan isak tangis mengharukan, ia menceritakan semua penderitaan yang dialaminya.

“Saya dan anak-anak merasa ditelantarkan dan dizalimi. Karena saya terus mendapat tekanan dan ancaman dari keluarga adik-beradiknya, maka saya melapor ke Kantor Polisi dan menemui Sekda selaku pimpinannya, agar beliau mau menjembatani penyelesaian masalah rumah tangga kami,” ungkapnya.

Menurut Mrh, suaminya ST sudah mulai jarang pulang ke Dumai sejak bulan Oktober 2013 lalu. Biasanya, setiap hari Kamis atau Jumat, ST terlebih dahulu pulang ke Dumai, baru kemudian pada hari Sabtu pulang ke rumah isteri pertamanya di Bengkalis.

“Waktu itu saya curiga dia sudah punya perempuan yang baru lagi di Selatpanjang, karena kalau ditanya kapan pulang ke Dumai, dia selalu marah-marah. Ternyata kecurigaan saya benar, dia mengaku sudah menikah siri lagi di Selatpanjang dengan janda beranak satu,” katanya.

Kesedihan mendalam yang dirasakan Mrh, karena ST mengaku menikah lagi hanya untuk mencari kesenangan, bukan untuk menyusahkan. Sejak kelahiran anak pertama mereka, Muhammad Marsya Akbar, tanggal 7 Juni 2014 lalu, ST tidak lagi menginginkan kelahiran anak.

“Kini saya dihadapkan lagi dengan masalah baru anak saya yang sangat saya sayangi harus mendapat perawatan dengan luka di pipi kiri dan kepala. Untung saja bapak yang mengendarai motor tersebut mau bertanggung jawab atas pengobatan anak saya,” ungkap Mrh sambil menagis.

Menyikapi hal tersebut Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, akan melakukan telaah terhadap pengaduan Mrh (34), seorang wanita asal Mekar Sari, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai, yang mengaku sebagai isteri kedua ST (45), seorang Kepala Kantor di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti.

Demikian dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs H Iqaruddin MSi, kepada wartawan, Selasa (30/9/2014). Sekda mengakui permasalahan rumah tangga yang dilaporkan oleh wanita dua anak itu, akan berdampak terhadap status ST yang merupakan pejabat PNS di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti.

“Saya sudah berusaha menjembatani dan memberikan solusi, tapi mereka belum bisa dipertemukan untuk diselesaikan masalahnya. Menyangkut aturan status PNS yang bersangkutan, pemda tentu akan menyikapinya akan terlebih dahulu melakukan telaah, mungkin nanti mereka akan saya pertemukan,” kata Sekda Iqaruddin. (Isk)

Total Views: 190

Pos terkait