Karimun (Jurnal) – Perayaan hari ulang tahun Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau ke-15 yang jatuh pada 12 Oktober 2014 dirayakan secara sederhana tanpa pelaksanaan pameran dan bazar pembangunan seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Bazar dan pameran pembangunan ditiadakan karena sebelumnya kita telah melaksanakan pameran dan bazar pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran tingkat provinsi yang telah menyedot anggaran,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun T.S Arif Fadillah di Tanjung Balai Karimun, Selasa.
Arif Fadillah mengatakan, meski perayaan HUT Karimun ke-15 berlangsung sederhana, namun acara yang digelar diupayakan memiliki makna yang monumental menandai bertambahnya usia kabupaten yang dimekarkan dari kabupaten induk Kabupaten Kepulauan Riau 15 tahun yang lalu.
Ia menjelaskan, acara yang monumental yang akan dipamerkan kepada masyarakat adalah memamerkan maket program konektivitas antarpulau yang diberi nama Jembatan Kajori (Karimun-Johor-Riau) yang menghubungkan beberapa pulau dari Kabupaten Pelalawan Riau, Karimun dan Johor, Malaysia.
“Kemarin, dalam rapat persiapan akhir Dinas Pekerjaan Umum menyebutkan bahwa maket konektivitas Kajori itu sedang disiapkan dan siap dipamerkan pada puncak perayaan HUT Karimun ke-15,” kata dia.
Jembatan Kajori direncanakan dibangun sebanyak sembilan, yaitu jembatan dari Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan dengan Pulau Mendol Penyalai dengan panjang 2,7 kilometer dan lebar 12,5 meter dengan perkiraan biaya Rp810 miliar.
Jembatan dari Pulau Mendol ke Pulau Kundur dengan panjang 13 km dan perkiraan biaya Rp3,9 triliun.
Jembatan dari Sawang ke Kecamatan Belat (Pulau Belat-Karimun) dengan panjang 400 meter dan biaya Rp120 miliar. Keempat, jembatan menghubungkan Pulau Belat dengan Pulau Gunung Papan sepanjang 250 meter dan perkiraan biaya Rp75 miliar.
Jembatan dari Pulau Gunung Papan ke Pulau Lumut sepanjang 500 meter dan perkiraan biaya Rp31,25 miliar. Keenam, Pulau Lumut ke Pulau Parit dengan panjang 200 meter dan biaya diperkirakan Rp25 miliar.
Pulau Parit-Pulau Karimun Besar dengan panjang 3,1 km dan biaya Rp930 miliar. Kedelapan, Pulau Karimun Besar-Pulau Karimun Anak sepanjang 880 meter dan terakhir, jembatan dari Pulau Karimun Anak ke Kukup, Johor, Malaysia dengan panjang 20 kilometer dan perkiraan biaya Rp12 triliun.
Total panjang jembatan keseluruhannya 41,45 kilometer dan rencana biaya sekitar Rp58 triliun.
Dalam perayaan hari jadi kabupaten berjuluk “Negeri Berazam” itu, Sekda juga mengatakan bahwa Pemkab akan mengundang pakar dari Universitas Tekonologi Malaysia (UTM) yang sebelumnya telah berkunjung ke Karimun dan menyatakan dukungannya terkait wacana pembangunan Jembatan Kajori.
“Pihak UTM yang sebelumnya turut melakukan kajian menyatakan kesediaannya untuk datang. Mereka akan hadir dipimpin Direktur Pusat Penelitian UTM Prof Dr Eko Supriyanto. Kita akan siapkan sebuah acara dengan pakar dari UTM untuk mempresentasikan Jembatan Kajori,” ucapnya.
Lebih lanjut Sekda mengatakan, acara monumental yang disiapkan adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah perusahaan yang akan maupun telah menanamkan modalnya di Karimun, termasuk di kawasan perdagangan bebas atau free trade zone (FTZ).
“Perusahaan mana saja yang akan menandatangani MoU nanti akan disampaikan oleh BP FTZ. Tapi, ada beberapa perusahaan yang dijadwalkan akan melakukan peletakan batu pertama atau ‘ground breaking’,” katanya.
Sekda juga menambahkan, perayaan HUT Karimun ke-15 juga akan diisi dengan upacara sederhana dan pada malam hari, 12 Oktober akan diisi dengan kegiatan ceramah agama.
“Setiap kegiatan perayaan HUT Karimun telah melekat pada masing-masing SKPD. Dan jauh-jauh hari sudah kita persiapkan meski sederhana tanpa pelaksanaan pameran pembangunan, namun kita berharap tetap memiliki makna monumental bagi pembangunan di daerah ini,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Karimun Nurdin Basirun meminta perayaan HUT Kabupaten Karimun ke-15 memiliki arti strategis dalam upaya memperkenalkan kabupaten berpulau-pulau itu kepada investor.
Nurdin mengatakan daerah lain di tanah air, bahkan luar negeri masih banyak yang tidak tahu dengan Karimun, padahal Karimun memiliki potensi yang besar dalam berbagai bidang, terutama bidang kemaritiman.
“Kadang kalau kita ke daerah lain, mereka tidak tahu ketika kita menyebutkan Karimun. Nah, saya berharap perayaan HUT Karimun dijadikan wahana untuk berpromosi,” kata dia.
Nurdin juga menyarankan agar perayaan HUT Karimun juga diisi dengan pengenalan potensi daerah, seperti kemaritiman, misalnya dengan mengadakan acara arung bahari menggunakan KRI sebagai salah satu cara untuk mengangkat potensi daerah.
“Dan kegiatan-kegiatan lain yang bertujuan sebagai sarana untuk menginformasikan kepada masyarakat terkait dengan perkembangan pembangunan,” tambahnya.
Sumber: antarakepri.com





