Pemdes Mejasem Barat Lakukan Aksi Penggerebegan Warung Aceh, Yuswan: Generasi Muda Mejabar Harus Bebas Narkoba

Kades Mejasem Barat, Kecamatan Karamat, Kabupaten Tegal, Yuswan Maulana geram dilingkungannya terdapat waring aceh, Rabu 30/04/2025. (Foto: Priyadi/Jurnalterkini.id)

KOTA TEGAL, jurnalterkini.id – Perkembangan warung dengan sebutan warung aceh yang diduga menjual obat-obatan terlarang di Kabupaten Tegal dan dan sekitarnya semakin marak.

Baru – baru ini terjadi aksi penggerebegan warung aceh yang berada di Jalan Pala Raya Utara, lingkungan Desa Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.

Aksi penggerebegan warung aceh yang berkedok menjual sabun cuci, shampo, dan snack tersebut berawal dari laporan masyarakat. Dari pantauan masyarakat mayoritas pembeli warung tersebut remaja bahkan ada juga dari kalangan pelajar.

Masyarakat makin curiga setelah melihat barang dagangan di warung Aceh tersebut tidak selayaknya seperti yang dijual di warung lain, karena jumlahnya tidak seberapa.

Berbekal dari kecurigaan tersebut, masyarakat ahirnya melaporkan ke pihak Pemerintahan Desa.

Yuswan Maulana selaku Kades Mejasem Barat geram setelah mendapat laporan dari masyarakat adanya warung aceh tersebut.

Rabu sore (30/04/2025) Kades, bersama BPD, Tokoh ulama, dibantu Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta masyarakat, langsung melakukan aksi penggerebegan ke lokasi adanya warung aceh tersebut.

Usai dilakukan penggerebegan Kades Mejasem Barat, Yuswan Maulana memberikan keterangan kepada jurnalterkini.id, saat melakukan aksi penggerebegan warung tersebut memang benar dalam keadaan buka, dan berhasil menemui penjual yang alamat dalam KTP nya asli Aceh.

“Saya menemui penjual langsung dan penjual warung tersebut memang mengakui bahwa selama ini telah menjual obat-obatan terlarang, saya langsung kasih peringatan sama mereka untuk menutup, Pokoknya saya ingin generasi mejasem barat bebas narkoba,” terang Yuswan pada jurnal terkini.

Sementara berdasarkan penuturan warga yang enggan disebut namanya, bahwa dirinya sudah pernah mengadu ke pihak APH setemat, tetapi tidak ada respon.

“Alhamdulillah sore ini terlaksana ada aksi penggerebegan langsung oleh Pemdes setempat, mudah-mudahan dengan tindakan ini penjual jera dan tidak akan melanjutkan aktifitasnya lagi,” pungkas salah satu warga. (Priyadi)

Total Views: 642

Pos terkait