Gubernur Jateng Rancang Revitalisasi Asrama Haji Donohudan dan Dorong Bandara Adi Sumarmo Jadi Embarkasi Internasional

Semarang, jurnalterkini.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berencana merevitalisasi Asrama Haji Donohudan di Kabupaten Boyolali sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan kepada calon jemaah haji dari wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, Luthfi juga mendorong peningkatan status Bandara Adi Sumarmo Solo menjadi bandara haji internasional. Menurutnya, langkah ini penting guna mengintegrasikan pelayanan ibadah haji dari sisi darat dan udara secara lebih efisien dan nyaman.

“Nanti Donohudan akan kami revitalisasi. Di sana nanti akan jadi bandara haji internasional. Jadi runway-nya (Bandara Adi Sumarmo) harus diperpanjang,” ujar Luthfi usai menerima kunjungan Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah, Saiful Mujab, di ruang kerjanya, Kamis (17/4).

Ia mengungkapkan bahwa fasilitas di Asrama Haji Donohudan saat ini sudah cukup tua dan tidak lagi memadai. Oleh karena itu, revitalisasi akan mencakup pembangunan sarana pendukung yang lebih modern dan lengkap, termasuk kemungkinan pendirian rumah sakit serta peningkatan kualitas asrama.

“Kalau perlu ada rumah sakitnya, asramanya diperbaiki, sehingga Jawa Tengah memiliki kebanggaan,” kata Luthfi.

Terkait peningkatan status Bandara Adi Sumarmo, ia menyatakan telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan. Dalam waktu dekat, akan digelar rapat lintas kementerian untuk membahas secara teknis dan administratif perubahan status bandara tersebut.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Saiful Mujab, menyambut baik rencana revitalisasi Donohudan. Ia menekankan bahwa asrama haji tersebut merupakan salah satu embarkasi strategis yang telah ditunjuk secara resmi oleh Pemerintah Arab Saudi.

“Kami berharap revitalisasi ini bisa menjadikan Donohudan berstandar bintang tiga, sehingga pelayanan terhadap jemaah semakin optimal,” ujarnya.

Pada musim haji tahun 2025, kuota jemaah haji dari Jawa Tengah mencapai 30.377 orang yang terbagi dalam 85 kloter. Jika digabung dengan Yogyakarta, total kloter mencapai sekitar 94.(PH)

Total Views: 237

Pos terkait