Rapat Penanganan Banjir, Bupati Inhil H Herman Panggil Pihak Perusahaan

Bupati Inhil, H. Herman memimpin langsung rapat tanggap darurat penanggulangan bencana alam banjir di Wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, (foto Prokopim Setda Inhil)
Bupati Inhil, H. Herman memimpin langsung rapat tanggap darurat penanggulangan bencana alam banjir di Wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, (foto Prokopim Setda Inhil)

Tembilahan,JurnalTerkini.id — Bupati Inhil, H. Herman memimpin langsung rapat tanggap darurat penanggulangan bencana alam banjir di Wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, sabtu (22/03/2025).

Rapat yang digelar di aula Bappeda Kantor Bappeda ini turut dihadiri Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera III Pekanbaru Ibu Syauqiyatul Afnani Rangkuti, S.T., M.T, Pj. Sekda Inhil, unsur Forkopimda, para Asisten Bupati, beberapa Kepala OPD terkait dilingkungan Pemkab Inhil, pimpinan perusahaan, perbankan, paguyuban serta undangan lainnya.

Rapat ini digelar dalam rangka mencari solusi terhadap dampak banjir, baik penanganan bantuan kemanusian dan mengatasi sumber-sumber persoalan serta memitigasi bencana banjir yang terjadi.

Berdasarkan data sementara sampai dengan tanggal 22 Maret 2025, banjir yang terjadi di Indragiri Hilir ini sudah terjadi di 12 desa yang tersebar dalam 6 kecamatan dengan jumlah korban terdampak sebanyak 4.778 KK yang terdiri dari 16.532 jiwa.

Bupati H. Herman dalam arahannya mengatakan, dari 6 kecamatan yang terdampak banjir, ada beberapa desa di kecamatan batang tuaka mengalami banjir dan terkait dengan ketahanan pangan, yaitu desa kuala sebatu dan tanjung pasir.

“Lahan padi yang ditanami hampir 2.800 Hektare dan yang terendam hampir 1.000 Hektare, dan kami berharap ini dilakukan perbaikan-perbaikan,” terang H. Herman.

Untuk itu dalam hal ini Bupati H. Herman menekankan 2 hal penting yaitu penanganan jangka pendek dan jangka panjang dalam menangani bencana banjir di beberapa wilayah Inhil. Jangka pendeknya memberikan bantuan sembako kepada 4.778 KK dan jangka panjangnya berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan untuk melaksanakan normalisasi.

“Dalam jangka pendek ini kita akan secepatnya merelisasikan bantuan sembako kepada 4.778 KK yang terdampak banjir. Dan untuk jangka panjangnya, terhadap wilayah yang terdampak banjir kita akan berkaloborasi dengan perusahaan-perusahaan untuk ikut membantu normaslisasi sungai-sungai dengan pelebaran dan pendalaman,” tegas H. Herman.

Total Views: 195

Pos terkait