
Perwira dengan dua balok emas ini menjelaskan, ketika insiden itu terjadi kedua nelayan sempat berinisiatif menyalakan lampu navigasi guna memberi tahu kapal tanker tersebut untuk mengubah haluannya..
“Korban sudah menyalakan lampu navigasi warna merah, dengan tujuan agar kapal Tanker yang sedang melintas itu mengubah haluannya agar tidak terjadi tubrukan,” jelasnya.
Sambungnya, dari kecelakaan laut yang menimpanya, Safi’i nakhoda kapal nelayan mengalami patah tulang rusuk dan tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT), Kecamatan Tebing.
“Saudara Safi’i mengalami patah di bagian rusuk sebelah kiri dan korban Yandi mengalami memar di bagian samping kiri di bawah dada,” tutupnya. (yra)





