“Sayangnya, tunggu punya tunggu, sudahlah mesin tak kunjung hidup, jaringan listrik ke rumah warga, yang katanya dibeli dari kucuran aloksai dana desa, sampai sekarang kami tidak tau seperti apa bentuknya.”
Meranti (Jurnal) – Kalangan warga di Desa Tanjung Padang, Kecamatan Putri Puyu sangat berharap mesin genset (generator set) bantuan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau segera beroperasi sehingga rumah mereka bisa diterangi lampu listrik.
Jauzar, salah seorang pemuda Dusun Sungai Hiu, Desa Tanjung Padang ketika berbincang-bincang dengan wartawan media ini di Selatpanjang beberapa hari lalu mengatakan masyarakat di desa itu sangat berharap rumah mereka diterangi listrik.
“Bukan saja saya, seluruh masyarakat Dusun Sungai Hiu, dan masyarakat Tanjung Padang pada umumnya sangat memimpikan rumah mereka diterangi listrik,” kata dia.
Menurut Jauzar, masyarakat Dusun Sungai Hiu atau Desa Tanjung Padang pada umumnya, merasa kesal dan kecewa dengan tidak adanya kepastian kapan mesin genset bantuan Pemkab Meranti itu difungsikan sesuai perencanaan awal.
Dengan setengah emosi ia menuturkan bahwa masyarakat merasa sangat kesal dan kecewa, genset tersebut sebenarnya sudah ada sejak tahun 2012. Tapi kenyataanya, sampai sekarang hanya jadi pajangan dan topik pembicaraan masyarakat.
“Kalau begini lama lama mesin ginset itu bisa jadi besi tua,kalau terus dibiarkan belonggok tanpa dihidupkan,” demikian Jauzar menirukan ungkapan kekecewaan masyarakat.
Salah satu penyebab belum beroperasinya mesin genset itu antara lain tidak adanya biaya untuk membeli bahan bakar minyak untuk menghidupkan mesin ginset tersebut, termsuk juga soal upaya perluasan jaringan listrik desa, pada saat itu disepakatilah untuk sementara waktu pembiayaan operasional mesin tersebut berasal dari Alokasi Dana Desa.
Hanya saja, seiring berjalannya waktu, bahkan terdengar bahwa dana desa yang kabarnya berjumlah Rp100 juta itu sudah dikucurkan untuk mengoperasionalkan mesin yang ada. “Sayangnya, tunggu punya tunggu, sudahlah mesin tak kunjung hidup, jaringan listrik ke rumah warga yang katanya dibeli dari kucuran dana alokasi desa itu, sampai sekarang kami tidak tau seperti apa bentuknya,” kata Jauzar. (Isk)





