Masyarakat Tembilahan Keluhkan Air Kuning dan Berbau, PDAM Tirta Indragiri Berikan Penjelasan

Direktur PDAM Tirta Indragiri Ir. Ahmad Hafiz, saat memberikan keterangan mengenai kondisi air yang berwarna kuning dan berbau di ruang kerjanya, kamis (30/01/2025)
Direktur PDAM Tirta Indragiri Ir. Ahmad Hafiz, saat memberikan keterangan mengenai kondisi air yang berwarna kuning dan berbau di ruang kerjanya, kamis (30/01/2025)

Tembilahan,JurnalTerkini.id, – Belakangan ini, masyarakat Kabupaten Tembilahan, khususnya pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri, mengeluhkan kondisi air yang keluar dari kran rumah mereka yang berwarna kuning dan berbau tidak sedap. Keluhan ini disampaikan oleh warga melalui berbagai saluran komunikasi, yang menyebabkan keresahan dan ketidaknyamanan dalam pemakaian air sehari-hari. Menanggapi hal ini, Direktur PDAM Tirta Indragiri, Ir. Ahmad Hafiz, memberikan penjelasan mengenai penyebab fenomena tersebut dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini.

Saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (30/01/2025), Ahmad Hafiz menjelaskan bahwa perubahan warna air PDAM menjadi kuning sebenarnya disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor alam dan kondisi teknis pada sistem distribusi air. Menurutnya, tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Indragiri Hilir khususnya kota Tembilahan, berperan besar dalam fenomena ini. “Curah hujan yang sangat tinggi pada akhir-akhir ini menyebabkan air gambut yang terdapat di daratan turun ke sungai terbawa dan masuk ke dalam saluran air PDAM. Air gambut ini mengandung zat warna yang menyebabkan perubahan warna air menjadi kuning. Fenomena ini lebih sering terjadi pada musim hujan karena debit air yang tinggi,” jelas Ahmad Hafiz.

Meskipun air berwarna kuning, Ahmad Hafiz menegaskan bahwa air yang didistribusikan oleh PDAM Tirta Indragiri tetap layak digunakan dan tidak berbahaya bagi kesehatan. “Kami memastikan bahwa air ini aman, meskipun warnanya tidak seperti biasanya. Air tersebut telah melalui proses pengolahan yang sesuai standar, meski adanya pengaruh dari kandungan air gambut. Proses pengolahan kami tetap menjaga kualitas air yang dipasok ke rumah pelanggan,” tambahnya.

Selain perubahan warna, masyarakat juga mengeluhkan adanya bau tidak sedap pada air yang keluar dari kran. Hal ini, menurut Ahmad Hafiz, disebabkan oleh gangguan pada sistem distribusi air, khususnya pada pasokan listrik di Pulau Palas yang berpengaruh pada kelancaran aliran air. “Ketika pasokan listrik mati, pipa distribusi PDAM yang ada di Pulau Palas menjadi kosong. Akibatnya, air got atau air kotor yang ada di dalam pipa tersedot masuk ke dalam saluran PDAM. Ini menyebabkan bau tidak sedap yang tercium oleh pelanggan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, masalah bau juga diperburuk oleh kondisi pipa PDAM yang sudah cukup tua dan banyak mengandung endapan lumpur. “Pipa-pipa kami yang sudah lama, banyak yang mengandung lumpur. Ketika aliran air berhenti atau listrik padam, lumpur yang terkumpul di dalam pipa bisa teraduk saat pasokan listrik kembali hidup, menyebabkan air yang keluar menjadi keruh dan berbau,” tambah Ahmad Hafiz.

Untuk mengatasi masalah ini, PDAM Tirta Indragiri berencana untuk melakukan perbaikan secara bertahap, baik dari sisi teknis maupun pemeliharaan jaringan pipa. “Kami tengah merencanakan penggantian pipa-pipa yang sudah tua dan perbaikan sistem distribusi air agar kualitas air yang sampai ke pelanggan lebih baik lagi. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pasokan listrik tidak terganggu, agar proses distribusi air tidak terhambat,” jelas Ahmad Hafiz.

Pihak PDAM juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan sistem penyimpanan air di rumah mereka tetap bersih. Masyarakat diimbau untuk tetap melapor jika menemukan masalah terkait kualitas air agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak PDAM.

Ahmad Hafiz menutup pernyataannya dengan meyakinkan masyarakat bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus berupaya memberikan pelayanan terbaik. “Kami memahami bahwa kualitas air yang baik sangat penting bagi masyarakat, dan kami akan terus berupaya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan kami. Terima kasih atas kesabaran dan pengertian pelanggan PDAM Tirta Indragiri,” tutupnya.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami penyebab terjadinya permasalahan kualitas air dan tetap tenang dalam menggunakan air PDAM sementara perbaikan dilakukan.

Total Views: 654

Pos terkait