Meranti (Jurnal) – Sebanyak 50 pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti dan tokoh masyarakat mengikuti sosialisasi Program Keluarga Harapan (PKH) yang diselenggarakan Bappeda yang bertemakan “Anakku tidak boleh miskin, harus sehat dan cerdas” di Ballroom Afifa Sport Center, Senin (25/8), Jalan Banglas, Selatpanjang.
Adapun tujuan sosialisasi itu adalah memberikan penjelasan dan pemahaman dan menyatukan persepsi dalam membangun Meranti kedepannya, kata Wakil Bupati Kepulauan Meranti Drs.H.Masrul Kasmy MSi dalam sambutannya.
“Tujuan PKH adalah untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terutama pada kelompok masyarakat miskin. Tujuan tersebut sekaligus sebagai upaya mempercepat Meranti dalam mencapai target Millenium Development Goal’s (MDGs),” ujar Masrul.
Hadir sebagai narasumber adalah Drs Sudarsono MP. S.Sp, Kasubid Kerjasama dari Direktorat Kementerian Sosial RI dalam keterangannya mengatakan bahwa PKH adalah program yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang memenuhi kriteria tertentu, dan sebagai syaratnya, penerima program harus dapat meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (SDM), yaitu pendidikan dan kesehatan anggota keluarganya.
“PKH bukan pengganti atau kelanjutan dari Program Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan bukan salah satu unit dari kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM),” ungkap Darsono.
Penerima bantuan PKH adalah RTSM yang memiliki anggota keluarga yang terdiri dari anak usia 0-15 tahun dan atau ibu hamil/nifas. Bantuan tunai hanya akan diberikan kepada RTSM yang telah terpilih sebagai peserta dan mengikuti ketentuan yang diatur dalam program.
Pada tahun 2014 memasuki triwulan keempat, Provinsi Riau mendapat kucuran dana untuk RTSM sebanyak 5 kabupaten yakni Siak, Bengkalis, Pelalawan, Kuansing dan Meranti mendapat kucuran dana Kemensos RI sebesar Rp5 miliar untuk 8.915 RTSM. (Isk)





