
Karimun, JurnalTerkini.id – Pembangunan infrastruktur jalan dan konektivitas, adalah komponen penting untuk menggerakkan perekonomian daerah dan mempercepat pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat.
Hal tersebut telah menjadi fokus Bupati Karimun Aunur Rafiq dan Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim selama masa jabatannya.
Fokus keduanya untuk menggerakkan perekonomian daerah itu, terlihat ketika meresmikan dua pembangunan jalan di lokasi pengerjaan infrastruktur Badan Pengusahaan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Karimun, Rabu (12/8/2020).
Kedua jalan tersebut berlokasi di SP Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat dan jalan sekitar Pesantren Darul Taufik, Sungai Raya, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun.
Kepala BP Kawasan Karimun, Cendra Nawazir yang juga turut menghadiri peresmian tersebut dalam sambutannya menyampaikan komulatif pengerjaan di SP Desa Pangke.
Jalan yang nantinya menghubungkan PT Saipem dengan PT Karimun Sembawang Shipyard dan Oiltanking dengan lebar 20 meter dan panjangnya 6,5 Kilometer ini sudah terealisasikan 95 persen.
95 persen pengerjaan yang terealisasi itu, nantinya tinggal tahap akhir yang akan dikerjakan Oktober 2020 yakni pemasangan lampu jalan, dan tanaman-tanaman.
“Pembangunan infrastruktur jalan ini, tentunya kita harapkan akan berdampak di bidang ekonomi dan sosial, sehingga membuat masyarakat kita lebih maju,” ujar Cendra.
Selain itu, Cendra menuturkan di Kecamatan Meral juga sedang berjalan pengerjaan penimbunan lebih kurang 200 meter dan diperkirakan selesai pada 2021.
Kemudian, proyek yang menelan biaya Rp250 miliar Anggaran Dewan Kawasan dan Rp120 miliar untuk Kabupaten Karimun itu akan merealisasikan pembesaran jalan di daerah GOR Badang Perkasa sampai ke Desa Pongkar.
“Sementara jalan diperuntukkan dulu untuk industri, setelah itu baru untuk masyarakat, jalan-jalan yang diterapkan ini adalah usulan dari Bupati Karimun,” ucapnya.
Selama pengerjaan infrastruktur jalan tersebut, BP Kawasan Karimun diketahui memiliki kendala untuk membebaskan lahan warga, dikarenakan tidak adanya anggaran tersebut.
Namun, ternyata hal tersebut bisa diatasi, setelah beberapa warga bersedia menghibahkan tanahnya untuk pembangunan infrastruktur jalan itu.
“Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat, karena telah bersedia menyumbangkan tanah nya untuk di pembangunan jalan ini dan kita juga akan memberikan sertifikat kepada masyarakat yang menyumbang tanah nya itu,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Karimun, Aunur Rafiq menyampaikan, dari awal terbangunnya kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas di Kabupaten Karimun sampai sekarang perkembangan pembangunan di kawasan ini begitu hebat.
Terlebih, demi mewujudkan konektivitas antar Kecamatan di Pulau Karimun Besar itu, Pemerintah Kabupaten Karimun telah berinvestasi sangat besar,yaitu Rp23 triliun di Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Daerah (PMDD).
“Dikawasan ini terdapat 100 perusahaan kecil dan 16 perusahaan besar dengan Jumlah total pekerja di kawasan ini sebanyak 5.300 pekerja,” ujar Aunur Rafiq.
Sambungnya, pembangunan di kawasan industri ini adalah proses pembangunan dari Kabupaten Karimun, dikarenakan untuk kawasan industri tidak bisa masuk anggaran APBD Karimun dan Harus melalui anggaran APBN yg diusul kan.
“Maka dari itu BP Kawasan dan Pemerintah Kabupaten Karimun memprogramkan untuk kawasan industri di bangun infrastrukturnya dengan harapan bisa menunjang ekonomi masyarakat Kabupaten Karimun,” ungkap Rafiq.
Diketahui, infrastruktur jalan yang sudah selesai diantaranya, simpang parit rempak PT Saipem, Simpang Bukit Tembak, Pelabuhan Malako Pangke Tanjung Ambat, Pesisir Selatan STPI, Simpang Pangke PT Pasifik, Simpang Poros Madrasah dan jalan Pesantren Darul Taufik.
Sedangkan yang dalam Pengerjaan yaitu Simpang Parit Rempak TPI Blok B, Jalan TPI Blok A dan Simpang BEAP Karimun PT. Sembawang Ship Yard. (yra)







