Meranti (jurnal) – Jika pada pagi harinya Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir menjadi inspektur upacara (irup) peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-69 di halaman kantor bupati Jalan Dorak, pengibaran bendera terselip tidak berkibar sehingga membuat suasana tegang, maka lain halnya ketika Wabup H Masrul Kasmy selaku irup penurunan bendera pada sore harinya hal itu tidak terulang karena berjalan lancar.
Upacara penurunan bendera Merah Putih yang dimulai sekitar pukul 16.30 WIB, pada Minggu 17 Agustus 2014 dan berakhir sekitar pukul 18.10 WIB.
Acara pengibaran bendera pada pagi hari yang sempat tegang, membuat jantung sejumlah peserta upacara deg-degan, sebab meskipun lagu Indonesia Raya sudah selesai dinyanyikan, namun bendera merah putih yang dinaikkan anggota paskibra belum tidak kunjung berkibar.
Suasana tegang itu berubah menjadi mencair setelah bendera duplikat yang akhirnya berkibar, bahkan di antara peserta upacara sempat mengucapkan syukur dengan nada lirih, termasuk peserta upacara yang berada di podium.
“Syukur. Alhamdulillah, bendera duplikat itu akhirnya bisa berkibar melambai-lambai,” ujar beberapa peserta.
Situasi berbeda juga sempat terjadi pada saat penurunan bendera sore harinya, hanya saja kekhawatiran terjadinya hal yang sama juga dialami para peserta, bahkan seorang peserta upacara berkata, “mudah-mudahan kejadian pagi tadi tidak terulang, inikan bendera duplikat, bukan sembarang bendera,” cetusnya. (Isk)





