Meranti (Jurnal) – Peringatan HUT RI ke-69 di Kabupaten Kepulauan Meranti harusnya menjadi upacara pengibaran bendera yang sempurna. Pasalnya, upacara tahun ini Kabupaten Kepulauan Meranti mendapat kesempatan untuk mengibarkan duplikat sang merah putih yang pernah dikibarkan di Istana Negara. Namun, sayangnya pasukan pengibar bendera tidak menggunakan baki membawakan bendera sang merah putih tersebut.
Kasuk-kusuk soal bendera tanpa baki tersebut memang banyak dibicarakan usai upacara HUT RI tersebut. “Sayang ya, benderanya dibawa tanpa baki. Jadi kesannya seperti upacara di sekolah-sekolah biasa,” ucap salah satu tamu undangan usai upacara pengibaran bendera, Minggu (17/8) kemarin di halaman kantor Bupati.
Menurut tamu undangan yang enggan disebutkan namanya itu, upacara yang penuh hikmat dan membanggakan tersebut, akan lebih sempurna apabila bendera tersebut dibawa menggunakan baki. “Saya sempat bangga dan terharu ketika sebelum upacara dimulai pembawa acara mengatakan bahwa bendera yang digunakan adalah duplikat sang merah putih dari istana negara. Tapi sayangnya, dibawa tanpa menggunakan baki.
Mungkin akan lebih sempurna jika menggunakan baki,” ucapnya. Dalam pelaksanaan upacara tersebut memang terlihat sesuatu yang ganjil, Paskibra barisan atau kelompok 8 sejak memasuki lapangan bendera tidak membawa baki. Namun, tiba-tiba salah seorang protokoler Sekdakab Meranti dengan tergesa-gesa membawa baki beralaskan kain beludru biru dan meletakkan baki di atas kotak bendera dan teks proklamasi.
Kemungkinan Bupati tidak menyadari hal tersebut, dan seperti biasa ia mengeluarkan bendera dari kotak langsung meletakkan diatas tangan petugas pembawa bendera. Alhasil bendera tersebut dibawa tanpa menggunakan baki hingga ke tiang bendera. (Is/mj)





