Burung gajah besar yang tak bisa terbang, endemik Madagaskar, punah setelah manusia tiba di pulau tersebut. Aepyornis maximus, yang tingginya mencapai sekitar 3 meter dan diyakini sebagai burung terbesar yang pernah ada. Di Selandia Baru, burung moa, spesies tak bisa terbang lainnya, juga mengalami nasib serupa. Moa raksasa Pulau Selatan, yang ukurannya hampir sebanding dengan burung gajah, punah setelah manusia menjajah wilayah itu.
Merpati penumpang yang bermigrasi dari Amerika Utara jumlahnya mencapai miliaran, tetapi diburu hingga punah.
Menurut para peneliti, 610 spesies burung yang punah itu secara kolektif mewakili 3 miliar tahun sejarah evolusi yang unik. Setiap kepunahan diibaratkan seperti memotong satu cabang pohon kehidupan.
Matthews menyatakan bahwa angka 610 “kemungkinan besar merupakan perkiraan yang terlalu rendah” karena kurangnya data dari beberapa lokasi dan fakta bahwa beberapa spesies yang punah mungkin tidak meninggalkan sisa-sisa kerangka. Terlepas dari angka pastinya, Matthews menegaskan bahwa “sebagian besar kepunahan dalam 50.000 tahun terakhir disebabkan oleh perbuatan manusia.”
Ia memperkirakan lebih dari 1.000 spesies burung akan punah dalam dua abad mendatang, sementara sekitar 11.000 spesies burung kini ada, berusaha mengisi kekosongan ekologi yang kompleks. [voa]
Jaringan: VOA





