Tidak korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, korban sempat “shock” dan lemas karena karena pompongnya tenggelam ke laut.
Meranti (Jurnal) – Speedboat mengangkut rokok Gudang Garam dari Sungai Baru yang diduga diselundupkan ke Malaysia dan Laut Tiongkok Selatan yang setiap harinya melewati perairan Selat Asam Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti menabrak pompong milik salah seorang nelayan Desa Mayangsari, Kamis malam pekan kemarin.
Akibat kejadian itu, pemilik pompong (kapal motor kecil) yang bernama Tengku Kitan yang kala itu sedang sendiri dalam pompongnya terluka di bagian lengan sebelah kanan dan di atas mulut juga luka lecet, sementara pompongnya miliknya itu rusak berat.
Tidak korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, korban sempat “shock” dan lemas karena karena pompongnya tenggelam ke laut.
Menurut pengakuan korban, Tengku Kitan saat ditemui sejumlah wartawan di kediaman Kepala Desa (Kades) Mayangsari mengatakan,
“Saat itu motor saya rusak belum sampai tempat tujuan, kejadian diperkirakan sekitar pukul 04.30 WIB dinihari,” kata Tengku Kitan ketika ditemui sejumlah wartawan di kediaman Kepala Desa Mayangsari.
Kitan mengatakan kalau lampu motornya awalnya hidup, mungkin setelah subuh baterainya lemah, sehingga cahaya berubah redup.
“Lampu motor kurang kuat apinya. Motor saya dilanggar pada bagian setengah depannya,” ucap Kitan sambil memperlihatkan luka pada bagian lengan sebelah kanannya.
Saat kejadian, kata Kitan, motor masuk air dan ia langsung tenggelam ke laut, lemas. “Beruntung orang ini membantu saya” dan langsung dibawa masuk Sungai Melibur, kita sudah damai, aku Kitan, dihadapan orang banyak di kediaman Kades Mayangsari itu.
Sejumlah pengurus speedboat diduga menyelundupkan rokok Gudang Garam saat dikonfirmasi di pelabuhan nelayan Mayangsari, enggan menyebut nama dan tidak bersedia memberikan keterangan atas kejadian tersebut. Mereka hanya menjawab, “Kalau dah tak lihat telanggo ‘lah. Apa lagi gelap, mana kita nampak, cetusnya sambil membaling mukanya,” katanya.
Di kesempatan yang sama, ABK speedboat Gudang Garam tersebut, Budiman mengakui, “Kejadian itu diperkirakan pukul 04.30 Wib subuh bang, gelap tak nampak, cuaca belum terang,” paparnya.
Berbeda dengan pengakuan korban, sementara Budiman mengatakan, “Orang itu tidak pasang lampu, kita pasang lampu, kita lihat cuma macam tumpukan sampah setumpuk hitam, karena cuaca gelap pada saat itu,” katanya.
Ia mengakui, setelah kejadian kita bantu pemilik motornya, kalau tak dibantu mana dia (Tengku Kitan,red) sampai sini, ketus Budiman, tak kala itu sibuk dengan menerima telepon seluler milik pribadinya.
Budiman mengakui, “Kita berangkat setiap harinya ada dua sampai tiga speed yang berangkat sore, cuma kita sampai tengah laut saja lewat perbatasan sikit aja, di sana cuma salin speedboat, orang itu yang bawa rokok dari kita, tak tahu kemana tujuannya,” jelas Budiman.
Pada kesempatan itu, Kades Mayangsari, Mukari saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, “Orang ini sudah melakukan pertemuan di rumah saya tadi, dari hasil pertemuan yang berlangsung satu jam lebih itu, katanya, antara kedua belah pihak sepakat membuahkan hasil berdamai,” ucap Mukari.
Kades Mayangsari itu menjelaskan, dari kesepakatan yang didapati, pihak Gudang Garam sanggup mengganti semua kerugian yang dialami korban, seperti biaya pengobatan, memperbaiki motor, menanggung biaya korban selama tidak beraktivitas dengan kapal nelayannya, dengan total kesepakatan sebesar Rp10 juta, jelas Mukari, terlihat saat mengambil foto motor milik warganya yang mengalami kecelakan laut itu.
Sementara, pihak Gudang Garam yang bergudang di Sungai Baru Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti, Akiong melalui telepon selulernya pada Kamis kemarin mengatakan, kemungkinan speedboat ini terlalu laju sementara suasana gelap tak kelihatan.
“Saya rasa tak payah di-ekspos-lah, orang itu ‘kan dah damai juga,” kata Akiong singkat.
Pantauan di lapangan, motor jaring milik Tengku Kitan yang mengalami kecelakaan laut itu tenggelam di Sungai Melibur dengan kondisi jaringnya terapung, setelah diduga kuat ditabrak speedboat bermuatan rokok Gudang Garam tersebut. (Isk)





