Ia menyebutkan bahwa alasannya bermain layangan untuk menghilangkan rasa suntuk di masa pandemi ini.
“Untuk hilangkan rasa suntuk aja. Kan sudah lama juga tak keluar gara-gara Covid ini, sekarang Karimun sudah zona hijau jadi manfaatkan untuk main layangan,” katanya sambil menarik ulur benang layangannya, Minggu (26/7/2020) sore.
Riandi juga menyebutkan bahwa dengan kembali dimainkannya permainan tradisional ini, diharapkan dapat melestarikan permainan tradisional rakyat ini.
Karena menurutnya, kalangan milenial saat ini lebih sibuk bermain gadjet ketimbang bermain permainan tradisional.
“Dah lame juge tak nampak orang main layangan, jadi kami mencoba kembali bermain supaye permainan ini tetap dilestarikan. Apelagi anak sekarang pada asik main game online,” tambahnya.
Di lokasi ini juga tampak pengguna jalan yang menggunakan kendaraan, berhenti sejenak untuk melihat sejumlah layangan berterbangan ditiup angin. (pps)





