Bisnis Properti di Karimun Sedang Tidak Baik-baik Saja, Ini Kata Ketua REI Karimun

Salam satu perumahan bersubsidi tipe 36 di Tanjung Balai Karimun. (jurnalterkini.id/yogi)
Salam satu perumahan bersubsidi tipe 36 di Tanjung Balai Karimun. (jurnalterkini.id/yogi)

Karimun, JurnalTerkini.id – Bisnis properti di Karimun saat ini sedang tidak baik-baik saja. Terutama penjualan rumah subsidi tipe 36 yang minim peminat atau lesu, kata Ketua Real Estate Indonesia (REI) Karimun Supriyanto yang juga salah satu pengembang perumahan subsidi.

Selain lesu, kredit macet angsuran KPR ke bank yang mencapai 14 persen, juga terjadi dalam penjualan rumah subsidi, dibandingkan beberapa tahun lalu.

Bacaan Lainnya

“Kredit macet juga cukup besar. Pecah rekorlah, tahun ini selain lesunya daya beli masyarakat saat ini,” kata Ketua REI Karimun Supriyanto di Tanjung Balai Karimun Kamis pekan ini.

Selain itu, persaingan para pengembang juga kurang sehat. Mereka jor-joran berlomba-lomba melakukan promosi yang tidak masuk akal. Seperti uang muka atau DP mulai Rp500 ribu hingga Rp250 ribu dengan iming-iming bonus secara langsung seperti sepeda motor, kulkas, pendingin ruangan dan sebagainya.

“Silahkan bersaing dengan sehat. Nah, rata-rata kebanyak pinjam nama untuk mengambil kredit perumahan subsidi. Jadi beginilah dampaknya, ditambah pada bulan Agustus hingga bulan September ini kuota subsidi habis. Nanti ada lagi kuotanya hingga Desember,” ungkapnya.

Masih kata Supri lagi, untuk penyerapan rumah subsidi di wilayah Sumantera nomor satu di kabupaten Karimun dalam penjualannya mencapai sekitar 1.000 unit per bulannya. Namun, pada tahun ini tidak mengembirakan. Sedangkan jumlah pengembang properti sendiri di Karimun mencapai belasan perusahaan yang aktif.

“Jadi rata-rata pinjam nama saja, agar bisa akad atau KPR rumah subsidi oleh pihak bank. Tapi, ingat masyarakat yang digunakan identitasnya kedepannya akan tidak bisa melakukan transaksi perbankan,” ucapnya.

Sementara Fitri salah seorang warga Karimun mengungkapkan, dirinya sangat beruntung telah melakukan akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) perumahan subsidi. Sehingga, tinggal melakukan angsuran setiap bulannya.

“Untunglah bang, sudah akad. Kemarin DPnya sangat murah. Infonya akan naik DP nanti,” singkatnya. (yra)

Total Views: 729

Pos terkait