Namun dinamika politik di pusat lah yang menguji kesabaran Firman-Ery. Ketika Airlangga Hartarto mendadak mundur dari Ketua Umum Partai Golkar, dan digantikan Bahlil Lahadalia lewat munas “secepat kilat”.

Bersama timnya, Firman melakukan lobi-lobi ke Jakarta, dan akhirnya DPP Partai Golkar di bawah Bahlil Lahadlia mengeluarkan B1.KWK untuk Firman-Ery Suandi. Firman-Ery resmi diusung Partai Golkar.
Dengan membawa kabar gembira bagi pendukungnya, Firman kembali dari Jakarta pada Senin (26/8/2024), hanya satu hari menjelang dibukanya pendaftaran pasangan calon oleh KPU Karimun.
Kini, Firman-Ery telah mendaftar ke KPU Karimun, dan berkasnya dinyatakan memenuhi syarat oleh KPU Karimun. Firman-Ery mendapat tambahan amunisi dengan bergabungnya beberapa partai nonparlemen, yakni Partai Gelora, PSI, PKN, PBB dan Garuda.
Perjuangan Firman-Ery memasuki fase kedua, bertarung dengan dua pasangan lainnya, Ing Iskandarsyah-Rocky Marciano Bawole atau “Isrock” dan Bakti Lubis-Raja Bakhtiar atau “Bara”.
Firman yang notabene bukan kader Golkar, tetapi seorang ASN, akan menghadapi pertarungan sengit, apalagi seorang kader Golkar, yakni Raja Bakhtiar yang maju bersama Bakti Lubis, justru menjadi lawan di kontestasi Pilkada.
Raja Bakhtiar merupakan politikus senior di Golkar Karimun, pernah dua periode menjabat DPRD Karimun, salah satunya sebagai ketua, pernah menjabat Ketua DPD Partai Golkar Karimun dan dua periode duduk di DPRD Provinsi Kepri.
Ery Suandi juga akan menghadapi tantangan tidak ringan, sebab mesin partai yakni PDIP sudah berpindah ke lain hati, juga mendukung pasangan “Bara”. Tidak heran kenapa Firman-Ery menamakan koalisi mereka dengan Koalisi Rakyat.
Firman-Ery memilih Masjid Al Mubarak sebagai lokasi pelepasan untuk mendaftar ke KPU Karimun. Masjid ini merupakan masjid bersejarah dari zaman kerajaan Melayu, dan di masjid ini bermulanya penadbiran atau pemerintahan di Karimun.
Sebelum bertolak ke Kantor KPU Karimun, Firman-Ery terlebih dahulu berziarah ke makam para amir atau pemimpin Karimun Darussalam yang terletak di samping masjid tersebut.
Ada tiga makam yang mereka berdua ziarahi, yakni makan Raja Sulaiman (Amir Karimun I) bin Raja Abdullah (Amir Karimun I), bergelar Raja Haji Engku Tinggi. Kemudian, makam Raja Oesman (Amir Karimun IV) bin Raja Ishak (Amir Karimun II). Dan makam Raja Ishak (Amir Karimun II) bin Raja Abdullah (Amir Karimun I). (rusdi)





