Bakti Lubis pun tersenyum mendengar pernyataan Raja Bakhtiar itu. Soalnya, Ketua DPW Partai Hanura Provinsi Kepri ini, dalam dalam sambutannya, lebih dahulu menyinggung soal “hati”. Tidak lain soal transplantasi hati yang baru saja ia jalani di Turki belum lama ini.
“Saya itu dulu tidak pernah sakit. Sekali sakit, harus transplantasi hati. Jadi, kesehatan itu mahal sekali. Dengan kesehatan kita bisa datang ke sini, dan itu patut kita syukuri,” katanya.

Mengenai niatnya maju dalam Pilkada, Bakti mengatakan semata ingin berbuat lebih banyak untuk kemajuan masyarakat di Kabupaten Karimun.
“Jika kami berdua mendapatkan amanah dari masyarakat, dengan mengucap bismillah kami siap mengabdi, benar-benar menjadi pengabdian selama 5 tahun ke depan,” kata Bakti Lubis.
Dia menegaskan bahwa ia dan Raja Bakhtiar bukan untuk mencari jabatan untuk kepentingan pribadi.
“Kalau soal jabatan, kami berdua merasa sudah cukup. Pak Raja ada 20 tahun di DPRD, pernah jadi pimpinan DPRD, pernah pula jadi ketua partai (Golkar Karimun-red). Dan saya juga secara pribadi, alhamdulillah bersyukur sudah 10 tahun di DPRD, dan jadi pimpinan partai di tingkat provinsi, pernah juga di kabupaten. Dan pernah pula jadi pimpinan dewan di kabupaten,” tuturnya.
Bakti Lubis juga menyinggung soal status Raja Bakhtiar sebagai kader Golkar tapi tidak diusung oleh partainya. Sebab Partai Golkar mengusung Muhammad Firmansyah-Ery Suandi.
“Jangan galau-galau, pak Raja. Partainya diambil orang, beliau tak galau. Jadi, tidak perlu lah galau-galau. Siapa yang terpilih nanti, itu adalah yang terbaik. Saya yakin semua paslon memiliki niat yang baik ikut kontestasi,” kata Bakti Lubis.
Dia menegaskan keputusannya untuk maju kembali berangkat dari “hati”. Niat dari hati untuk benar-benar mengabdi kepada masyarakat jika memenangi Pilkada 2024 mendatang.
Bakti Lubis-Raja Bakhtiar diusung koalisi partai yang bernama Koalisi Karimun Maju, yakni Partai Hanura, Partai Demokrat, PDI Perjuangan, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai NasDem dengan 14 dari 30 kursi di DPRD Karimun.
Pasangan BARA yang didukung koalisi partai bernama Karimun Maju juga mendapat dukungan dari partai nonparlemen, yakni Perindo.
“Ada dua partai nonparlemen lain yang masih dalam proses,” kata Bakti Lubis ketika menggelar konferensi di halaman Kantor KPU Karimun. (rusdi)





