Sirene serangan udara dan pengalihan penerbangan
Sirene serangan udara dilaporkan terdengar di seluruh Israel utara, dan bandara internasional Ben-Gurion di Israel ditutup dan mengalihkan penerbangan selama sekitar satu jam karena ancaman serangan.
Komando Front Dalam Negeri Israel menaikkan tingkat kewaspadaan di Israel utara dan menghimbau warga untuk tetap berada di dekat tempat perlindungan bom.
Letnan Kolonel Nadav Shoshani, juru bicara militer Israel, mengatakan Hizbullah bermaksud menyerang target di Israel utara dan tengah. Ia mengatakan penilaian awal menemukan “kerusakan yang sangat kecil” di Israel, tetapi militer tetap dalam keadaan siaga tinggi. Ia mengatakan sekitar 100 pesawat Israel ikut serta dalam serangan hari Minggu.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa dua orang tewas dan dua lainnya luka-luka dalam serangan di Lebanon selatan. Secara terpisah, seorang pejuang kelompok Amal, yang bersekutu dengan Hizbullah, tewas dalam serangan terhadap sebuah mobil, kata Amal.
Hizbullah mengatakan serangannya mencakup lebih dari 320 roket Katyusha yang diarahkan ke beberapa lokasi di Israel dan “sejumlah besar” pesawat nirawak.
HIzbullah mengatakan bahwa operasi tersebut menarget “sasaran militer Israel yang kualitatif yang akan diumumkan kemudian” serta “lokasi-lokasi dan barak musuh serta platform [pertahanan rudal] Iron Dome.”
Hizbullah kemudian mengumumkan akhir dari apa yang dikatakannya sebagai tahap pertama serangan balasan, yang dikatakannya akan memungkinkannya untuk meluncurkan lebih banyak serangan lebih dalam ke Israel. Namun pernyataan selanjutnya mengatakan “operasi militer untuk hari ini telah selesai.”
Hizbullah mengatakan semua pesawat nirawak yang meledak yang diluncurkannya mengenai target, tanpa menyebutkan berapa jumlahnya. Mereka mencantumkan 11 pangkalan, barak, dan posisi militer yang dikatakannya menjadi target di Israel utara dan Dataran Tinggi Golan yang dianeksasi Israel.
Mereka juga menyangkal klaim Israel yang menyatakan telah menggagalkan serangan Hizbullah yang lebih kuat.
Randa Slim, seorang peneliti senior di Institut Timur Tengah yang berpusat di Washington, DC, mengatakan aksi saling serang pada Minggu pagi itu “masih sesuai aturan dan arahan dalam pertempuran dan tidak mungkin pada saat ini mengarah pada perang habis-habisan.” [voa]
Jaringan: VOA






