PANGKALPINANG, JurnalTerkini.id – Dalam upaya berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung ketahanan masyarakat pesisir, PT Timah kembali menargetkan penanaman 45.000 pohon mangrove pada 2024.
Langkah strategis ini tidak hanya sekadar penanaman pohon, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Hutan mangrove yang terjaga dengan baik berperan krusial sebagai benteng alam yang melindungi garis pantai dari abrasi, gelombang pasang, dan intrusi air laut. Selain itu, ekosistem mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai jenis biota laut, seperti ikan, udang, dan kepiting, yang memiliki nilai ekonomis bagi nelayan setempat.
PT Timah menyatakan terus berkomitmen untuk melakukan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen untuk pengelolaan lingkungan yang terintegrasi dari aspek operasional, mulai dari eksplorasi, produksi dan pasca-operasi.
Program pengelolaan lingkungan yang dilakukan PT Timah diantaranya ialah reklamasi, penghijauan, pengelolaan limbah, penggunanaan energi baru dan terbarukan, restorasi karang, menjaga kenakeragaman hayati.
Pada HUT ke-48, PT Timah juga menggalakkan gerakan penanaman 48.000 pohon yang dilakukan di wilayah operasional perusahaan.
Selain itu, PT Timah juga mendukung program Semarak Babel yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mengurangi lahan kritis di Babel.









