Visitasi dan Kunjungan Lapangan 50 Besar Desa ADWI 2024 di Desa Wisata Alahan Panjang

Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf RI, Florida Pardosi dan rombongan dalam kunjungan di Pasar Balai Sawah Tengah, Kabupaten solok, Rabu (22/08/2024). (jurnalterkini.id/dionaarvoni)
Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf RI, Florida Pardosi dan rombongan dalam kunjungan di Pasar Balai Sawah Tengah, Kabupaten solok, Rabu (22/08/2024). (jurnalterkini.id/dionaarvoni)

ALAHAN PANJANG, JurnalTerkini.id — Desa wisata Alahan Panjang di Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera barat, menjadi sorotan dalam acara visitasi dan kunjungan lapangan 50 besar Desa ADWI 2024.

Bertempat di The Sovia Alahan Panjang, Rabu (21/08/2024), acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf RI, Florida Pardosi, Dewan Juri ADWI 2024 Ary Suhandi dan Vindex Tengker, serta berbagai pejabat daerah dan masyarakat lokal.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Pj. Walinagari Alahan Panjang, Dahri, mengungkapkan keindahan serta keunikan Desa Wisata Danau Diateh Alahan Panjang.

“Desa wisata kami berjarak sekitar 6 jam dari DKI Jakarta, dengan perjalanan pesawat dan darat. Selama perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan spektakuler dari Bukit Barisan, Gunung Talang, hingga Danau Kembar,” kata Dahri.

Dahri juga menjelaskan prestasi-prestasi yang diraih desa ini, seperti Nagari terbaik I tingkat Provinsi Sumatera barat pada 2008 dan Juara II Nagari Terbersih tingkat Kabupaten solok pada 2022.

Sedangkan Ketua pengelola Desa Wisata Alahan Panjang, Vega Denia surya, mengatakan hal senada berbagai daya tarik desa.

“Daya tarik utama kami adalah pemandangan alam yang memukau dengan udara sejuk, serta Danau Diateh yang menjadi bagian dari Danau Kembar. Kami juga memiliki pasar wisata, Balai sawah tangah, yang mengusung tema kearifan lokal dengan pakaian tradisional dan sistem pembayaran menggunakan koin,” ungkap vega.

Dia menjelaskan desa ini juga berkomitmen pada pelestarian seni dan budaya, serta pengembangan ekonomi kreatif seperti kriya kayu dan kuliner khas seperti lamang hitam.

Dalam hal fashion, Vega mengatakna bahwa mereka tengah mengembangkan batik motif lado kambuik dengan pewarna alami terong pirus.

“Untuk hak paten motif sudah kami dapatkan, sedangkan untuk pewarna alami masih dalam proses,” tambahnya.

Sedangkan Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf RI, Florida Pardosi, memberikan arahn.

“Selamat kepada Desa Wisata Danau Diateh Alahan Panjang yang telah masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik di Indonesia. Tantangan kita bukan hanya mencapai 50 besar, tetapi bagaimana mempertahankan dan meningkatkan kualitas desa wisata ini ke depan. Kami berharap desa ini dapat memotivasi desa-desa lain untuk meraih prestasi serupa,” ungkap Florida.

Setelah pemaparan, Ibu Direktur bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke Pasar Balai Sawah Tangah. Di sana, mereka meninjau UMKM yang ada dan berinteraksi langsung dengan para pelaku usaha.

Kunjungan ini bertujuan untuk melihat lebih dekat penerapan sistem pembayaran berbasis koin serta kontribusi pasar terhadap ekonomi lokal.(Diona)

Total Views: 571

Pos terkait