Ilmuwan Identifikasi Jamur Pemakan Plastik: Harapan Mengurangi Polusi Laut

Polisi Perlindungan Lingkungan Hidup membersihkan pantai dari sampah-sampah dalam rangka peringatan Hari LIngkungan Internasional, di pinggiran Kota Kolombo, Sri Lanka, 5 Juni 2020. (Foto: Lakruwan/Manniarachchi/AFP)
Polisi Perlindungan Lingkungan Hidup membersihkan pantai dari sampah-sampah dalam rangka peringatan Hari LIngkungan Internasional, di pinggiran Kota Kolombo, Sri Lanka, 5 Juni 2020. (Foto: Lakruwan/Manniarachchi/AFP)

“Kita harus berusaha sebisa mungkin untuk mengurangi jumlah plastik yang dibuang ke lingkungan” kata Grossart kepada Reuters. “Plastik terbuat dari karbon fosil dan jika jamur mengurainya, maka tidak ada bedanya dengan kita membakar minyak atau gas dan melepaskan CO2 ke atmosfer.”

Dari 18 jenis jamur yang dipilih, empat terbukti sangat “lapar” dalam kasus mengurai plastik. Ini dengan jelas menunjukkan bahwa mereka dapat menguraikan plastik secara efisien, terutama poliuretan yang digunakan untuk membuat busa konstruksi.

Bacaan Lainnya

Polietilena, yang digunakan dalam kantong dan kemasan plastik, jauh lebih lambat terurai, dan mikroplastik dari ban penahan abrasi merupakan yang paling sulit. Sebagian besarnya karena adanya zat tambahan seperti logam berat.

Grossart mengatakan ia yakin kemampuan jamur untuk menguraikan plastik merupakan adaptasi terhadap besarnya jumlah karbon plastik di lingkungan.

Namun, aktivitas enzim mereka sangat bergantung pada kondisi eksternal, seperti suhu atau zat gizi mikro.

Menurut data dari asosiasi produsen plastik Plastics Europe, sekitar 390 juta ton plastik diproduksi di seluruh dunia pada 2021, meningkat dari 1,7 juta ton pada 1950. Meskipun tingkat daur ulang telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, kurang dari 10 persen sampah plastik didaur ulang di seluruh dunia. [voa]

Jaringan: VOA

Pos terkait