Batam, JurnalTerkini.id – Warga Rempang Kota Batam yang terdampak pembangunan Rempang Eco-City yang pindah ke hunian sementara pada Senin (22/7/2024), bertambah sebanyak 8 kepala keluarga (KK). Perpindahan 8 KK tersebut difasilitasi Badan Pengusahaan (BP) Batam.
“Dengan pergeseran delapan KK itu, maka jumlah warga yang telah menempati hunian sementara menjadi 146 KK,” kata Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait di Batam Centre, Senin (27/7/2024).
Ariastuty Sirait mengatakan penambahan jumlah warga yang bergeser ke hunian sementara di Tanjung Banon menunjukkan bahwa mereka mulai membuka diri terhadap pengembangan kawasan Rempang.
BP Batam, kata dia, sejak awal mengedepankan pendekatan dan komunikasi persuasif saat melaksanakan sosialisasi. Hal itu, membuat warga mulai menerima rencana investasi disana,” kata Ariastuty di Batam Centre.
Ia menegaskan bahwa pembangunan kawasan Eco City di Rempang merupakan langkah positif menuju pembangunan berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Untuk itu, dia mengajak seluruh komponen daerah berkolaborasi mensukseskan proyek tersebut.
“Pembangunan Rempang Eco City akan memberi manfaat dalam mengangkat perekonomian masyarakat. Karena itu, kami berharap dukungan semua komponen masyarakat,” ujar Ariastuty.
Sementara, Warga Pasir Panjang, Nuryanto mengapresiasi perhatian pemerintah yang telah membantu pergeseran. Ia dan keluarga bersedia pindah tanpa ada paksaan dari pihak manapun.
“Saya pindah karena keinginan sendiri,” katanya. (ms)







