Triwulan I 2024, PMA di Batam Tumbuh Positif Mencapai Rp5,73 Triliun

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi (kiri) memimpin rapat koordinasi pengembangan Rempang Eco-City di Gedung IT Center BP Batam, Kamis (17/7/2024). (Foto: Humas BP Batam)
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi (kiri) memimpin rapat koordinasi pengembangan Rempang Eco-City di Gedung IT Center BP Batam, Kamis (17/7/2024). (Foto: Humas BP Batam)

Batam, JurnalTerkini.id – Sepanjang triwulan I 2024, Penanaman Modal Asing (PMA) di Kota Batam tumbuh positif.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi PMA di Kota Batam sepanjang Januari hingga Maret 2024 mencapai USD 382,20 juta atau setara Rp 5,73 triliun.

Data PMA triwulan I 2024 itu mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan kuartal pertama 2023 lalu yang hanya sebesar USD 174,063 juta atau senilai Rp 2,61 triliun.

Realisasi PMA yang tumbuh positif tersebut berasal dari perkembangan di beberapa sektor, terutama industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik dan jam yang kembali mendominasi sepanjang triwulan I 2024 dengan nilai USD 151,68 juta atau Rp 2,275 triliun.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengapresiasi kerja keras seluruh pihak atas pencapaian positif tersebut.

Menurut Rudi, BP Batam dan seluruh komponen daerah berhasil menjaga iklim investasi dan situasi kondusif Kota Batam sehingga para investor pun merasa aman.

“Jika keamanan dan kenyamanan investor terjamin, maka investasi akan berjalan lancar. Mari kita terus menjaga kondisi ini agar ekonomi Batam bangkit dan memberikan dampak kesejahteraan terhadap masyarakat,” ujarnya mengutip siaran pers BP Batam, Jumat (19/7/2024).

Rudi optimistis, nilai investasi di Batam pun akan terus meningkat dengan hadirnya sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) dari pemerintah pusat.

Dengan harapan, PSN yang ada mampu memberikan stimulus terhadap peningkatan nilai investasi ke depannya.

“Investasi yang hadir kita harapkan mampu mendukung peningkatan ekonomi daerah. Oleh sebab itu, butuh kolaborasi dari seluruh pihak agar produksi yang ada saat ini berjalan lancar dan maksimal,” katanya. (ms)

Total Views: 144

Pos terkait