UPZ Merbau Terbaik se-Meranti

Meranti (Jurnal) – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Merbau menyandang predikat terbaik se-Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau berkat kerja keras dan kesungguhan dalam mengelola zakat meski usianya baru seumur jagung.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kepulauan Meranti Drs H Masrul Kasmy MSi pada Selasa (8/6) di Masjid Raya Darul Ikhsan Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Merbau, saat menyerahkan santunan untuk 336 mustahiq zakat yang berasal dari 13 desa dan 1 kelurahan di Pulau Padang.

“Kalau UPZ di lingkungan sekolah, yang terbaik pengelolaannya adalah UPZ SMKN 1 Tebingtinggi. Sedangkan UPZ kecamatan dari 9 kecamatan yang telah dibentuk, maka UPZ Merbau yang terbaik,” ujar Masrul Kasmy.

Menurut Masrul lagi, keberhasilan UPZ Merbau meraih predikat terbaik, semata-mata bukan dikarenakan besarnya omset yang diraih, namun juga didasari pada indikator jumlah layanan UPZ yang terus meningkat ke arah yang lebih baik.

“Seperti jumlah mustahiq yang terus bertambah, artinya semakin banyak saudara kita yang terbantu dengan keberadaan UPZ,” kata dia.

Pria yang juga Wakil Bupati Kepulauan Meranti itu mengatakan bahwa Baznas terus mendukung upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, dimana di samping membantu kaum dhuafa, Baznas juga mempunyai sejumlah program pengembangan ekonomi, yaitu melalui UPZ yang membantu modal bagi mereka yang layak mendapatkannya.

“Termasuk juga dukungan yang telah dan akan kita berikan kepada anak didik guna menunjang pembelajaran di bidang umum maupun agama Islam, kalau ada yang berprestasi di bidang agama, wajib dibantu,” tuturnya.

Camat Merbau Wan Abdul Malik menambahkan, “Kami dari pucuk pimpinan Pemerintah Kecamatan Merbau, sudah sepantasnya mengucapkan terima kasih kepada Baznas Meranti yang berhasil mengelola zakat mal, sehingga dana yang terkumpul dapat disalurkan kepada mereka yang berhak menerima,”.

Sejak Baznas berdiri dan dikelola langsung oleh Kabupaten Kepulauan Meranti pada 2012, sebanyak 60 orang atau sekitar 9 orang per desa yang menerima. Lalu, setelah Baznas dipimpin pak Wakil Bupati mengalami pertumbuhan yang signifikan.

“Menurut saya, peningkatan jumlah muzakki dikarenakan UPZ serius mengelola uang zakat dari pegawai negeri maupun zakat mal yang diberikan oleh mereka-mereka yang mampu,” ucapnya. (Isk)

Total Views: 204

Pos terkait