Karimun (Jurnal) – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau meminta petugas Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu Presiden 9 Juli 2014 jangan kesiangan sehingga lalai melaksanakan tugasnya gara-gara nonton pertandingan sepak bola Piala Dunia.
“Jangan gara-gara nonton bola, petugas KPPS kesiangan sehingga mengganggu tugas-tugasnya melaksanakan pemungutan suara di TPS,” kata komisioner KPU Karimun Eko Purwandoko ketika dihubungi di Tanjung Balai Karimun, Selasa.
Eko Purwandoko khawatir babak semifinal Piala Dunia pada pukul 03.00 WIB menyebabkan petugas KPPS kurang tidur sehingga mengantuk saat pemungutan suara, bahkan bisa kesiangan sementara mereka sudah harus hadir di TPS pada pukul 06.00 WIB.
“Kalau kesiangan bisa-bisa pemungutan suara tidak terlaksana sesuai jadwal. Lebih parah lagi, kalau mengantuk gara-gara kurang tidur, dikhawatirkan kurang konsentrasi saat bertugas terutama penghitungan perolehan suara,” katanya.
Ia berharap petugas KPPS lebih mengedepankan kepentingan bangsa daripada nonton sepak bola, apalagi mereka tidak sempat beristirahat karena mempersiapkan TPS sejak Selasa siang.
“Kami sarankan sebaiknya jangan nonton bola kalau tidak sanggup bangun pagi. ‘Kan masih babak semifinal, siaran ulangnya juga masih bisa disaksikan besok,” katanya.
Ia juga mengatakan, seluruh komisioner KPU Karimun sejak tadi siang sudah berbagi tugas untuk memantau pembangunan TPS.
“Saya kebagian memantau di Pulau Karimun, sedangkan rekan-rekan ada yang di Kundur dan pulau-pulau lain,” katanya.
Berdasarkan pengamatannya, sebagian TPS di tiga kecamatan di Pulau Karimun Besar sudah siap dan diharapkan semuanya sudah selesai malam ini.
“Mungkin karena berpuasa sehingga masih banyak TPS yang belum siap. Kami harapkan malam ini sudah rampung,” katanya.
Ia juga menambahkan berbagai persoalan yang muncul saat Pemilu Legislatif tidak terjadi pada Pilpres, seperti kesalahan penghitungan perolehan suara.
“Petugas di TPS akan bekerja seharian saat pencoblosan. Kami berharap mereka bisa bekerja dengan baik dan penuh konsentrasi untuk menghindari kekeliruan saat menghitung perolehan suara,” tambahnya.
Pemilu Presiden diikuti pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dengan nomor urut satu dan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan nomor urut dua. (rdi)





