Jalankan Potensi Dirgantara, Babinpotdirga Jadi Mata dan Telinga Lanud RSA

Babinpotdirga Lanud RSA, Sertu David Supriyanto saat melakukan interaksi dengan penumpang di Pelabuhan Ranai, Penagi, Kamis 27 Juni 2024. (foto : jr ronald)

Natuna, JurnalTerkini.id – Pria kelahiran 1978 ini berjalan cepat menuju geladak KMP Bahtera Nusantara (BN) 01 berjenis Ro-Ro (Roll-on/ Roll-off) yang telah bersandar kurang lebih satu jam di Pelabuhan Ranai, Penagi, Kelurahan Batu Hitam, Kecamatan Bunguran Timur.

Sambil berjalan, pandangannya tertuju melihat penumpang yang hilir mudik disertai kendaraan moda darat yang turun. “Tadi baru mengantar penumpang yang sakit ke area parkiran,” ucap Sertu David Supriyanto, Kamis 27 Juni 2024.

Bacaan Lainnya

Padatnya aktifitas yang terjadi saat itu, mengharuskan ia untuk tetap waspada melihat situasi. Tanpa disadarinya, keringat mengucur dari wajah dan tangan menyentuh seragam loreng yang dikenakannya. Alat komunikasi berupa Handy Talkie (HT) tergantung di dada kanannya kadangkala berbunyi memberikan infomasi.

“Sebagai Bintara Pembina Potensi Dirgantara (Babinpotdirga) TNI AU Lanud Raden Sadjad (RSA), tugas kami adalah sebagai perpanjangan tangan Komandan Lanud RSA sebagai mata dan telinga di tengah masyarakat. Kami harus memahami kondisi, peka terhadap lingkungan dan mampu membantu kinerja aparat pemerintah daerah serta instansi lainnya,” jelasnya sambil melangkah mendekati mobil pick up yang sedang mengemasi muatannya di dalam geladak kapal.

Sertu David Supriyanto saat mengawasi aktifitas di geladak KMP Bahtera Nusantara 01. (foto : jr ronald)

Sesekali ia berbicara dengan supir sambil melempar senyum ke penumpang yang lewat. “Kami mempunyai motto teritorial 3 S yakni, Senyum, Sapa, Salam,” ucapnya.

Diselingi canda tawa, ia bercerita tentang dirinya yang dilantik dan dikukuhkan menjadi Babinpotdirga sejak Tahun 2021. “Selain saya, ada dua Babinpotdirga lagi, jadi kami itu ada tiga orang dengan seksi yang berbeda, saya di Seksi Pertahanan Wilayah Dirgantara (Tawildirga), yang dua lagi di Seksi Komunikasi Sosial (Komsos) dan Seksi Bakti Sosial (Bakti),” katanya.

Lambat laun, aktifitas dari penumpang dan kendaraan yang semulanya ramai, kini berangsur sepi. Suasana yang semula tegang dan membutuhkan pengawasan penuh, kini menjadi terlihat santai.

“Babinpotdirga dituntut untuk dapat mengembangkan kegiatan potensi dirgantara di tengah-tengah masyarakat dengan cara humanis, kontribusi yang diberikan harus positif. Awal dilantik dan dikukuhkan, tugas kami mengenalkan Babinpotdirga kepada masyarakat sehingga masyarakat tahu bahwa TNI AU juga mempunyai Babinsa, fungsinya sama dengan Babinsa dari TNI AD dan TNI AL. Intinya, masyarakat ikut berpartisipasi mendukung tugas dari Lanud RSA” pungkasnya.

Potensi Dirgantara Kepada Masyarakat Melalui Penerbangan PAUM

“Saya lagi di luar bang, lagi ada kerjaan di Tanjung,” balas pria yang bernama Ari Fajarudi ini melalui pesan singkat WhatsApp (WA) ketika dihubungi, Jumat 5 Juli 2024.

Beberapa waktu kemudian, ia menghubungi awak media ini. “Ada keperluan apa bang? Ada yang bisa saya bantu?,” ucapnya.

Ditanya mengenai peran Lanud RSA kepada masyarakat, ia menceritakan, selama ia menjabat sebagai Direktur RSUD Natuna, ada pasien yang harus dirujuk menggunakan fasilitas Lanud RSA yakni dengan menggunakan Pesawat PAUM.

“Dampak yang diberikan sangat luar biasa karena berketepatan penerbangan komersil belum ada jadwal terbang, sementara pasien harus segera dirujuk. Pesawat PAUM menjadi alternatif yang sangat membantu di saat itu,” jelasnya.

Gaya Humanis Babinpotdirga di Tengah Masyarakat

Sambil memegang telepon seluler, pandangannya melihat pelanggan Warung Kopi Kahwe yang datang silih berganti. Sesekali ia meminum extra joss dingin yang telah dipesannya. “Saya punya beberapa pengalaman dengan Babinpotdirga Lanud RSA yang bisa diceritakan,” ucap Ilham, salah seorang warga, saat dijumpai, Sabtu 6 Juli 2024.

Di saat ia hendak pulang ke Batam menggunakan KMP Bahtera Nusantara (BN) 01, banyak hal yang terjadi saat transportasi laut ini bersandar di Pelabuhan.

“Terkadang calon penumpang rebutan ketika naik ke kapal. Saya melihat Babinpotdirga ini salah satu yang ikut mengingatkan penumpang untuk tertib naik ke kapal,” ucapnya sambil menghisap rokok yang terselip di jarinya.

Pengalaman yang lain, ketika ia melihat penumpang ibu yang sudah tua membawa barangnya untuk naik ke kapal. Ibu tua ini melarang Babinpotdirga untuk menolong. “Meskipun begitu tetap ditolong. Babinpotdirganya bilang, ini gratis bu,” ucap Ilham menirukan apa yang terjadi.

Selain itu, ia juga melihat secara langsung Babinpotdirga mengatur jalan untuk ambulance yang akan turun, membantu orang yang menggunakan kursi roda untuk naik dan turun dari kapal. “Sesibuk apa pun Babinpotdirga dalam melaksanakan tugasnya, saya lihat selalu ada keramahan dan senyum ketika berpapasan dengan masyarakat di pelabuhan,” pungkasnya. (Ron)

Total Views: 311

Pos terkait