SMKN I Meranti Sukses Kelola Zakat

Meranti (Jurnal) – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri I Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau dinilai sukses mengelola zakat yang bersumber dari zakat majelis guru dan pegawai sekolah, yang mana 30 persen dana yang terkumpul dikembalikan lagi ke sekolah berupa bantuan bea siswa bagi pelajar berprestasi yang tidak mampu atau termasuk dalam “asnaf” delapan.

“SMKN I merupakan unit pengelola zakat sekolah terbaik se-Meranti, dan keberhasilan sekolah ini dalam mengelola zakat hendaknya diikuti sekolah lainnya,” kata Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kepulauan Meranti Masrul Kasmy, di SMKN I Meranti awal pekan ini.

Ia mengucapkan terima kasih kepada para guru dan pegawai sekolah yang telah berhasil mengelola zakat di sekolah tersebut, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan mereka mereka yang berhak mendapatkannya, n,

Jadi, kata dia, siswa yang menerima beasiswa adalah mereka yang sesuai dengan asnafnya, yaitu mereka yang perlu mendapatkan pertolongan.

“Sebenarnya, masih banyak sekali di kampung-kampung di penjuru Meranti ini anak anak wajib belajar yang belum menikmati haknya dalam mendapatkan pendidikan semestinya,” katanya.

Salah satunya, menurut dia, adalah anak bernama Doni yang sengaja ia bawa ke sekolah itu, mudah mudahan berkat pengelolaan zakat yang baik, Doni yang putus sekolah kelas 1 SMKN 03, dapat disekolahkan lagi melalui dana Baznas kabupaten.

Siswa SMKN 1 Meranti (foto Iskandar)

Sejumlah siswa SMKN 1 Meranti (foto: Iskandar)

“Doni ini, setahun yang lalu sekolah di SMAN III Jalan Dorak, tapi karena musibah setahun yang lalu emak atau orang tua perempuannya meninggal dunia. Sementara ayahnya sakit-sakitan, dia berhenti sekolah sejak kelas 1,” ucapnya.

Jadi, mari kita semua yang sampai saat ini masih mendapatkan hak untuk mengenyam pendidikan dengan baik, mari mensyukuri karunia yang kita peroleh dari Allah SWT,Sebab masih banyak lagi doni doni lain di kabupaten ini yang perlu memperoleh perhatian serius dari kita semua, kata dia.

Tentunya Kita dari Pemda Meranti maupun dari bazarnas berupaya semaksimal mungkin jangan ada lagi kedepanya, anak putus sekolah seperti Doni ini lagi, jangan ada Doni, Doni, Doni lagi di Kabupaten Kepulauan Meranti, tidak mampu mengenyam pendidikan gara-gara kekurangan ekonomi, oleh karena itulah Baznas hadir dan harus kita dukung sepenuhnya.

Masrul Kasmy yang juga Wakil Bupati Kepulauan Meranti juga menyayangkan adanya sikap orang tua yang kurang mendukung program wajib belajar, sehingga masih adanya anak anak usia sekolah yang harus bekerja di berbagai lini, guna mencari uang membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

“Kita berharap jangan ada anak putus sekolah lagi di Meranti ini gara-gara ekonomi,” tambahnya. (Isk)

Total Views: 158

Pos terkait