Elon Musk Umbar Janji Investasi Jangka Panjang ke Jokowi

Presiden Jokowi Berjabat tangan dengan Elon Musk di sela-sela acara World Water Forum (WWF) di Bali, Senin (20/5/2024) (biro Setpres)
Presiden Jokowi Berjabat tangan dengan Elon Musk di sela-sela acara World Water Forum (WWF) di Bali, Senin (20/5/2024) (biro Setpres)

Ketersediaan Tenaga Kerja yang Handal

Ekonom Bank BCA David Sumual mengatakan perlahan namun pasti beberapa perusahaan kelas kakap dunia mulai melirik Indonesia untuk berinvestasi.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, hal ini merupakan buah dari reformasi struktural yang dilakukan oleh pemerintah selama ini seperti dari segi aturan dan kebijakan untuk mempermudah investasi asing masuk ke Indonesia.

“Buat Indonesia ini semakin menumbuhkan rasa percaya diri bahwa perbaikan yang kita lakukan selama ini di Indonesia sudah pelan-pelan ada hasilnya. Makin banyak investor percaya untuk mau investasi di Indonesia, dan kita memang butuh foreign direct investment dan itu kita harap multiplier effect-nya juga makin besar ke Indonesia,” ungkap David.

Ia berharap dalam beberapa waktu kedepan, investor asing tidak lagi memandang Indonesia hanya sebagai pasar semata, melainkan sebagai pusat bisnis dan investasi, dan Indonesia kelak bisa menjadi bagian dari rantai pasokan global.

Meski sudah ada beberapa perbaikan baik dari sisi aturan atau regulasi maupun sarana infrastruktur, menurutnya, masih ada yang mengganjal para investor kakap ini untuk menanamkan modalnya di Indonesia, yakni ketersediaan tenaga kerja yang handal. Hal inilah yang menurut David Indonesia masih kalah dibandingkan dengan negara tetangga lain seperti Tiongkok, Vietnam, dan India.

“Kelihatannya mereka belum yakin betul dari sisi ketersediaan human skillfull resources-nya. Itu kenapa Apple bikin akademi di Indonesia. Paling penting itu sebenarnya untuk apapun yang mau investasi di Indonesia, ketersediaan tenaga kerjanya harus yang skillfull dan harus tersedia banyak, kalau nggak sulit bagi mereka untuk mengembangkan bisnis mereka di sini, apapun sektornya,” jelasnya.

Menurutnya, semua pihak harus bekerja keras untuk menyelesaikan hal ini, karena menurutnya, berbagai jenis perbaikan seperti reformasi birokrasi dan pembangunan infrastruktur besar-besaran yang ada akan percuma, apabila tidak dibarengi dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di dalam negeri. [voa]

Jaringan: VOA

Total Views: 464

Pos terkait