Polisi di Bintan Bantu Korban Puting Beliung di Teluk Sasah

Aparat kepolisian membantu perbaikan rumah warga di Teluk Sasah, Kecamatan Sri Kuala Lobam yang disapu angin puting beliung pada Senin (20/5/2024). (foto: Humas Polres Bintan)
Aparat kepolisian membantu perbaikan rumah warga di Teluk Sasah, Kecamatan Sri Kuala Lobam yang disapu angin puting beliung pada Senin (20/5/2024). (foto: Humas Polres Bintan)

Bintan, JurnalTerkini.id – Aparat kepolisian turun tangan memperbaiki rumah warga yang diterjang angin puting beliung di Kampung Tanjung Talok dan Kampung Harapan, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Senin (20/5/2024).

Aparat kepolisian dari Polsek Bintan Utara, Satuan Polairud Polres Bintan, Satuan Brimob Polda Kepri, BPBD Bintan dan PLN Tanjung Uban turun langsung menangani serta membantu warga dengan mengevakuasi puing-puing reruntuhan atap teras dan rumah.

Bacaan Lainnya
Kapolsek Bintan Utara Kompol Suwitnyo memberikan bantuan sosial kepada warga terdampak angin puting beling di Desa Teluk Sasah, Kecamatan Sri Kuala Lobam,, Kabupaten Bintan pada Senin (20/5/2024). (foto: Humas Polres Bintan)
Kapolsek Bintan Utara Kompol Suwitnyo memberikan bantuan sosial kepada warga terdampak angin puting beling di Desa Teluk Sasah, Kecamatan Sri Kuala Lobam,, Kabupaten Bintan pada Senin (20/5/2024). (foto: Humas Polres Bintan)

“Kami peduli terhadap warga yang ditimpa musibah dan kami langsung membantu memperbaiki rumah yang rusak dan memberikan bantuan sosial. Semoga bantuan ini sedikit meringankan beban masyarakat kami,” kata Kapolsek Bintan Utara, Kompol Suwitnyo, Senin (20/5/2024).

Kapolsek mengatakan sebanyak 9 rumah mengalami kerusakan pada atap serta menumbangkan satu tiang listrik dan satu batang pohon.

Dari 9 buah rumah yang terdampak, 3 rumah mengalami rusak berat dan penghuninya mengungsi ke rumah tetangga dan saudaranya. Sedangkan 6 rumah lainnya mengalami rusak ringan atau masih bisa ditempati oleh warga.

Salah seorang warga Kampung Harapan Desa Teluk Sasah Kecamatan Seri Koala Lobam Kabupaten, Jamil mengaku sempat melihat adanya pusaran angin di depan rumah yang mana jarak pusaran angin yang berada di laut sekitar 20 meter.

“Kemudian pusaran angin tersebut dengan cepat menghantam ke 9 (sembilan) rumah yang berada di sekitaran, dengan rata-rata kerusakan yang terjadi pada atap rumah,” kata Jamil.

Musibah tersebut menimbulkan kerugian ditaksir sekitar Rp5 juta setiap rumah yang rusak ringan, untuk rumah yang rusak berat lebih dari Rp5 juta, sedangkan korban jiwa tidak ada. (am)

Total Views: 230

Pos terkait