WALHI Sumbar: Pemerintah Lalai Lestarikan Fungsi Lingkungan
Sementara itu Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatra Barat, Wengki Purwanto, menilai banjir bandang dan aliran lahar dingin terjadi karena pemerintah lalai dalam melindungi dan melestarikan fungsi lingkungan.
“Gagal dalam melakukan penataan ruang dan penyelenggaraan penanggulangan bencana. Risiko bencana ekologis di kawasan Lembah Anai telah sering diingatkan banyak pihak, bahkan rekomendasi-rekomendasi resmi telah diberikan kepada pemangku kebijakan,” kata Wengki dalam keterangan tertulisnya.
Lebih jauh Walhi Sumbar menilai bencana alam itu juga terjadi karena adanya aktivitas yang mengakibatkan perubahan terhadap kawasan yang tidak sesuai dengan fungsi zona Taman Wisata Alam (TWA) Mega Mendung di Tanah Datar. Pemerintah pun diminta untuk bertanggung jawab atas bencana alam yang terjadi di kawasan Lembah Anai.
“Pemerintah gagal dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana. Sebaliknya, masyarakat ditempatkan pada situasi rawan bencana dan akhirnya menjadi korban. Pemerintah harus betul-betul meninggalkan kebijakan yang menempatkan masyarakat dalam situasi rawan bencana,” pungkas Wengki. [voa]
Jaringan: VOA





