Polisi Militer TNI AD Selidiki Dugaan Penyiksaan Orang Papua

Polisi Militer mengawal satu dari enam tentara yang menjadi tersangka pembunuhan empat orang asli Papua untuk rekonstruksi di Mimika, Papua, 3 September 2022. (Foto: Sevianto Pakiding/AFP/arsip)
Polisi Militer mengawal satu dari enam tentara yang menjadi tersangka pembunuhan empat orang asli Papua untuk rekonstruksi di Mimika, Papua, 3 September 2022. (Foto: Sevianto Pakiding/AFP/arsip)

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Nugraha Gumilar, Sabtu (23/3/2024), mengatakan TNI sedang melakukan investigasi dugaan penyiksaan terhadap seorang warga Papua, yang videonya viral di dunia maya sejak Kamis (21/3/2024).

“Dari video tersebut terlihat (beberapa) oknum TNI sedang melakukan tindak kekerasan terhadap anggota KKB (kelompok kriminal bersenjata-red) di Pos Gome, Kabupaten Puncak Papua,” kata Nugraha Gumilar kepada VOA melalui sambungan telepon.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan bahwa Polisi Militer TNI AD saat ini sedang melakukan investigasi.

KKB adalah sebutan yang digunakan TNI untuk mengidentifikasi kelompok yang kerap melakukan tindakan kriminal di Papua.

Pernyataan ini memperkuat pernyataan Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan sehari sebelumnya di Jayapura, bahwa pihaknya masih mengkonfirmasi video tersebut.

Merujuk saat bertugas di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Izak Pangemanan mengatakan bahwa selama ini hubungan TNI dan masyarakat sekitar sangat baik.

“Tidak pernah ada keluhan terkait perilaku keras terhadap masyarakat,” kata Izak.

Video Sadis Penyiksaan Warga Papua Viral

Sejak Kamis (21/3/2024) malam, beredar luas video yang menunjukkan seorang Papua ditempatkan di dalam sebuah drum berwarna biru dengan kedua tangan diikat di belakang tubuhnya. Dalam video berdurasi kurang dari 20 detik itu, kepala korban dipukuli berulang kali dan ditendangi oleh beberapa pelaku yang bertubuh tegap dan berambut cepak. Salah seorang pelaku mengenakan kaos hijau dengan angka “300.”

Identitas orang Papua yang mengalami penyiksaan belum diketahui.

Selain melakukan penyiksaan, ada pula sebagian pelaku yang menyampaikan ujaran bernada kebencian dan rasis.

Video kedua yang berdurasi hampir 30 detik memperlihatkan tindakan-tindakan yang jauh lebih brutal dengan menggunakan pisau tajam sehingga air di dalam drum yang membenam sebagian tubuh korban, berubah menjadi merah.

Pos terkait