Umat Hindu Bersiap Menyambut Hari Raya Galungan

Seorang penjual janur dan kelapa menjajakan dagangannya di salah satu area di Bali, pada 24 Februari 2024, menjelang perayaan Hari Raya Galungan. (Foto: Courtesy of Dwina Maheswara)
Seorang penjual janur dan kelapa menjajakan dagangannya di salah satu area di Bali, pada 24 Februari 2024, menjelang perayaan Hari Raya Galungan. (Foto: Courtesy of Dwina Maheswara)

Mayoritas hotel dan jasa pariwisata lainnya di Bali, yang beroperasi di Kabupaten Badung, memiliki sekitar 3.500 usaha terkait akomodasi dan jasa pariwisata. Ketua PHRI Kabupaten Badung I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan tidak banyak perbedaan persiapan yang dilakukan oleh pelaku pariwisata di Bali terkait dekatnya tiga hari raya terbesar umat Hindu – yaitu Galungan, Kuningan dan Nyepi.

“Memang tidak ada khusus tujuan wisatawan untuk Nyepi, karena Silent Day bagi mereka sangat asing ya, during Nyepi kebetulan mereka ada di Bali mereka malah “slip out” ke Labuan Bajo trus Gili Terawang, ke Yogya, dua hari biasanya, mereka justru menghindari Nyepi hanya sebagian kecil yang ingin tahu Nyepi, suasana Nyepi,” ungkap Rai.

Bacaan Lainnya

Ada hal yang secara khusus disyukuri oleh umat Hindu di Bali pada perayaan Galungan kali ini, yaitu kembalinya keseimbangan dan damai pada alam skala dan niskala. Umat Hindu meyakini keseimbangan ini akan menjadikan manusia lebih damai, terutama setelah berlangsungnya pemilu.

Di Amerika Serikat, diaspora Hindu Indonesia tersebar di beberapa negara bagian, yang merayakan Galungan dengan cara yang beragam. Namun kelompok umat Hindu di California dan Washington DC menunda persembahyangan bersama umat pada akhir pekan ini untuk memberi waktu umat melakukan persembahyangan di masing-masing rumah tangga pada hari Galungan, mengingat hari Rabu umumnya bukan hari libur. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: M Sarih

Total Views: 390

Pos terkait