Umat Hindu Bersiap Menyambut Hari Raya Galungan

Seorang penjual janur dan kelapa menjajakan dagangannya di salah satu area di Bali, pada 24 Februari 2024, menjelang perayaan Hari Raya Galungan. (Foto: Courtesy of Dwina Maheswara)
Seorang penjual janur dan kelapa menjajakan dagangannya di salah satu area di Bali, pada 24 Februari 2024, menjelang perayaan Hari Raya Galungan. (Foto: Courtesy of Dwina Maheswara)

Umat Hindu di Indonesia akan merayakan Galungan pada hari Rabu (28/2/2024) mendatang. Berbagai rangkaian upacara keagamaan sedang dipersiapkan, termasuk menyambut Hari Raya Kuningan dan Nyepi, yang masing-masing jatuh pada 9 dan 11 Maret 2024.

Berbagai kegiatan untuk mempersiapkan hari raya Galungan dan Kuningan, di mana umat Hindu merayakan kemenangan Dharma (Kebaikan) melawan Adharma (Kejahatan) tampak di setiap rumah tangga umat. Janur-janur mulai dipesan, peralatan persembahyangan juga dipersiapkan.

Bacaan Lainnya

Pasar-pasar tradisonal mulai dipenuhi warga, terutama kaum perempuan, yang menjual dan berbelanja berbagai kebutuhan hari raya. Ida Bagus Kade Arimbawa adalah seorang Ulaka (anggota keluarga pendeta yang membantu pelaksanaan upacara di Masyarakat) dari Puri (tempat tinggal Pendeta) Taman Sari Tabanan mengamati perubahan pasar setelah pemilu usai.

“Kebutuhan sarana dan prasarana bahan-bahannya itu semua agak mahal sekarang tapi bagaimanapun juga karena itu sudah kewajiban dan tanggung jawab sebagai umat Hindu ya harus dilaksanakan Galungan itu dengan rasa hikmah dan tulus,” ujar Kade kepada VOA pada minggu lalu.

Sementara itu, Ida Bagus Rai Mantra, mantan walikota Denpasar yang memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan DPD RI 2024 mewakili Provinsi Bali, mengatakan sebagaimana biasanya pada hari raya, Kota Denpasar mulai akan tampak lebih sepi.

“Denpasar biasanya sih mulai besok mungkin ya, atau dalam dua hari sudah mulai lengang pulang kampung semua kayanya,” tambahnya.

Rangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan bagi Umat Hindu kali ini sangat berdekatan dengan Nyepi, yang sekaligus merupakan pergantian ke tahun caka baru 1946. Ogoh-ogoh untuk malam menjelang Nyepi juga tampak sudah dipersiapkan oleh masing-masing Banjar atau unit terkecil masyarakat Bali.

Total Views: 388

Pos terkait