Pamekasan, Jurnal Terkini – Lika liku perjalanan pesta demokrasi di Madura khususnya Pamekasan diwarnai kontroversi. Salah satunya banyak suara Calon Legislatif (Caleg) yang hilang. Rabu, 6/3/24.
Salah satunya suara caleg DPR RI Dapil XI Madura, dari partai PKB nomor urut 2 Baddrut Tamam.
Meski sebelumnya menjabat sebagai Bupati Pamekasan periode 2018-2023, rupanya tidak menjadikannya sebagai orang berpengaruh di daerahnya. Terbukti dengan hilangnya 7 ribu suara di Kecamatan Palengaan.
Dikutip dari Media Jatim, Loyalis Baddrut Tamam Pamekasan Taufiqur Rahman menjelaskan bahwa suara caleg dukungannya hilang di Kecamatan Palengaan setelah dilakukan rekap tingkat kecamatan.
“Dari hasil cek C hasil dan plano di setiap KPPS sekitar 7.000 sekian. Setelah rekap di PPK Palengaan, suara Baddrut Tamam jadi nol,” jelasnya.
Menurut Taufiq, ada pergeseran suara C hasil di TPS 16 Desa Larangan Badung yang memperoleh 87 suara, namun setelah rekapitulasi tingkat kecamatan Baddrut tidak memperoleh suara.
“Kita duga kuat ini digeser ke partai lain. Kami sudah perjuangkan agar suara kembali di rekap kabupaten, namun KPU beri saran lapor Bawaslu dan rekap kabupaten tetap dilanjutkan,” pungkasnya.
Sementara itu Direktur Indonesian Analisys politic And Policy Consulting (IDEA) Samhari, mengatakan bahwa hilangnya suara mantan Bupati Pamekasan tersebut merupakan presiden buruk untuk kepemimpinannya di Pamekasan.
“Kalau saya menafsirkan surat suara itu bukti materiel, harusnya diproses secara hukum, karena itu pidana. Tapi kalau tidak dilaporkan berarti bukan bukti materiel,” jelasnya.
Aktivis kondang tersebut juga mengatakan bahwa secara politik, sebenarnya setiap calon memiliki peluang yang sama untuk memanipulasi perolehan suaranya.
“Sebetulnya sama, tapi karena mereka yang kalah tidak memiliki kesempatan yang dengan pencurinya, sekali lagi ini dalam ‘politik’” lanjutnya.
Pria yang akrab disapa Kak Sam, mencontohkan dengan peribahasa tuan rumah yang baik tidak pernah berunding dengan maling yang ingin menjarah rumahnya.
“Cak Madhurena, Maleng Kaelangan Eromana Dhibi’ (Masak Maling Kehilangan di Rumah Sendiri)” tegasnya. (Fiki)






