Induk Perusahaan Facebook Dikritik Soal Longgarnya Konten Manipulasi terkait Pemilu

Logo perusahaan teknologi, Meta, terpasang di luar kantor pusat perusahaan tersebut yang berlokasi di Mountain View, California, dalam foto yang diambil pada 9 November 2022. (Foto: Reuters/Peter DaSilva)
Logo perusahaan teknologi, Meta, terpasang di luar kantor pusat perusahaan tersebut yang berlokasi di Mountain View, California, dalam foto yang diambil pada 9 November 2022. (Foto: Reuters/Peter DaSilva)

Meta mengatakan sedang meninjau panduan Dewan Pengawas dan akan menanggapi secara terbuka rekomendasi mereka dalam 60 hari ke depan.

Juru bicara Meta Corey Chambliss mengatakan, meski deepfake audio tidak disebutkan dalam kebijakan perusahaan mengenai media hasil manipulasi, kebenaran konten tersebut dapat diperiksa dan akan diberi label atau diturunkan peringkatnya jika dinyatakan palsu atau hasil manipulasi oleh para pemeriksa fakta. Meta juga menindak jenis konten yang melanggar Standar Komunitas Facebook, katanya.

Bacaan Lainnya

Facebook, yang berulang tahun ke-20 pekan ini, masih menjadi situs media sosial paling populer di kalangan warga Amerika untuk mendapatkan berita, menurut jajak pendapat Pew. Namun, situs media sosial lain, termasuk Instagram, WhatsApp dan Threads milik Meta, serta X, YouTube dan TikTok, juga berpotensi menjadi sarang penyebaran konten palsu yang dapat menyesatkan pemilih.

Meta membentuk dewan pengawasnya pada 2020 untuk menjadi wasit bagi konten-konten di platformnya.

Meta wajib mematuhi keputusan Dewan Pengawas pada konten-konten tertentu, tetapi tidak wajib patuh pada rekomendasi dewan yang lebih luas cakupannya. Meski demikian, dalam beberapa tahun terakhir, dewan tersebut telah berhasil membuat Meta mengubah beberapa kebijakannya. Salah satunya membuat isi pesan yang dikirimkan kepada pengguna yang melanggar kebijakan Facebook mengandung rincian yang lebih detail untuk menjelaskan kepada mereka kesalahan yang diperbuat. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam

Total Views: 635

Pos terkait