Tabrakan Speed Boat di Karimun, 2 Kapal Alami Kerusakan

Salah satu speed boat, SB Giam Mas yang rusak di bagian jendela akibat tabrakan dengan SB Solop Indah di perairan depan Pelabuhan Sri Tanjung Gelam, Tanjung Balai Karimun, Senin (5/2/2024). (Foto: Satpolairud Polres Karimun)
Salah satu speed boat, SB Giam Mas yang rusak di bagian jendela akibat tabrakan dengan SB Solop Indah di perairan depan Pelabuhan Sri Tanjung Gelam, Tanjung Balai Karimun, Senin (5/2/2024). (Foto: Satpolairud Polres Karimun)

Karimun, JurnalTerkini.id – Dua speed boat mengalami tabrakan di perairan depan Pelabuhan Sri Tanjung Gelam (STG) Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) pada Senin (5/2/2024) pagi.

Kecelakaan tersebut melibatkan SB Solop Indah yang melayani rute Selat Beliah-Karimun dan SB Giam Mas rute Karimun-Tanjung Batu.

Bacaan Lainnya

Menurut informasi, tabrakan terjadi sekitar pukul 07.40 WIB. SB Solop Indah yang hendak sandar di ponton kedatangan bertabrakan dengan SB Giam Mas yang baru lepas tali dari ponton keberangkatan.

“Diduga karena kurangnya komunikasi dan jarak pandang yang terbatas akibat kabut, SB Solop Indah menabrak lambung kiri SB Giam Mas,” kata Ahmad, salah seorang penumpang SB Giam Mas.

Akibat tabrakan tersebut, SB Giam Mas mengalami kerusakan pada lambung kiri dan kaca pecah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Seluruh penumpang di kedua speed boat selamat dan tidak ada yang mengalami luka.

“Hanya kerusakan pada bagian kapal saja. Penumpang semua selamat,” ujar Ahmad.

Saat ini, kedua speed boat telah diamankan di dermaga STG. Petugas dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Balai Karimun masih melakukan penyelidikan terkait kecelakaan tersebut.

Imbauan Keselamatan

Kecelakaan ini menjadi pengingat bagi para operator dan penumpang speed boat untuk selalu mengutamakan keselamatan. Berikut beberapa imbauan untuk mencegah kecelakaan di laut:

Pastikan kondisi speed boat laik laut sebelum berangkat, gunakan alat keselamatan seperti pelampung dan life jacket, patuhi aturan pelayaran dan rambu-rambu di laut dan waspada terhadap cuaca buruk dan kabut. Selain itu, nakhoda agar selalu berkomunikasi dengan kapal lain dan petugas di pelabuhan.

Dengan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan, diharapkan kecelakaan di laut dapat diminimalisir. (jms)

Jurnalis: Jansen M Silalahi
Editor: Anton Marulam

Total Views: 560

Pos terkait