Penambahan atau pengurangan suara, perubahan data, pemilih ganda, hanya sedikit dari begitu banyak kemungkinan kecurangan selama pemungutan suara Pemilu 2024. Sejumlah aplikasi lahir, sebagai prakarsa warga untuk menekan potensi kecurangan ini.
JAKARTA – Kecurangan pemilu bukan isu baru. Dalam setiap penyelenggaraannya, selalu muncul kekhawatiran ada upaya pihak-pihak tertentu untuk bermain culas. Seiring waktu, kesadaran masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya pemilu terus menguat, dan teknologi memudahkan upaya itu.
Tahun ini misalnya, sejumlah aplikasi tersedia bagi warga untuk turut melakukan pengawasan. Beberapa yang tersedia untuk diunduh antara lain adalah Jagasuaramu.id, Warga Jaga Suara, dan JagaSuara2024.
Shofwan Al Banna adalah salah satu pendiri Jagasuaramu.id. Dia menjelaskan cara sederhana bagi pemilih, untuk ikut mengamankan suaranya.
“Ke Google Playstore, download, dan nanti setelah download dan registrasi. Nanti teman-teman bisa melakukan dua hal; melaporkan kecurangan Pemilu, di situ ada fiturnya dan yang kedua adalah melakukan rekap terhadap hasil pemilihan di TPS masing-masing. Dan nanti silakan difoto, diunggah supaya nanti hasilnya terjaga dan tidak dimanipulasi,” kata Shofwan.
Aplikasi ini lahir, karena Shofwan dan teman-temannya melihat keresahan yang dirasakan masyarakat sipil dan civitas kampus. Pemilih khawatir pemilu akan terdistorsi oleh kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif.
Shofwan menyadari pemilu Indonesia merupakan salah satu pemilu paling rumit di dunia. Pemilihan presiden/wakil presiden, DPR dan DPD dilakukan secara bersamaan dalam satu hari. Jika tidak diawasi, tambahnya, potensi kecurangan yang terjadi bisa besar sekali. Padahal, pemilu yang adil, jujur dan bersih menjadi kunci masa depan Indonesia yang lebih baik.
Karena itu, butuh kepastian bahwa proses pemilu berjalan dengan baik, dan karena itulah, partisipasi publik menjadi sangat penting.
Pengguna aplikasi ini bisa melaporkan kecurangan pemilu dan mengawasi penghitungan suara pada 14 Februari 2024, dengan cara yang cukup mudah. Penguna, lanjut Shofwan, hanya perlu membuat akun di aplikasi tersebut, kemudian mengisi beberapa data pribadi dan akun akan aktif.






