Puluhan orang dilaporkan tewas dalam serangan semalaman di Jalur Gaza pada Minggu (4/2/2024), setelah Hamas mengatakan mereka memerlukan lebih banyak waktu untuk mempertimbangkan proposal yang akan menghentikan perangnya dengan Israel di wilayah Palestina.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan pada Minggu (4/2/2024) pagi bahwa sedikitnya 92 orang tewas semalam akibat serangan tentara zionis, termasuk sebuah taman kanak-kanak di Rafah tempat para pengungsi berlindung.
Kekhawatiran atas potensi serangan darat Israel ke kota perbatasan selatan meningkat dalam beberapa hari terakhir. Ratusan ribu pengungsi mencari perlindungan dari pertempuran di tempat penampungan dan perkemahan sementara.
Banyak dari mereka yang melakukan perjalanan dari daerah yang terkena dampak lebih parah setelah diberi tahu bahwa kota tersebut adalah zona aman. Namun serangan juga terus berlanjut di sana.
“Anak-anak baru saja tidur dan tiba-tiba pengeboman terjadi. Kamar tidur menimpa anak-anak saya. Tuhan mengambil satu anak saya dan tiga anak lolos dari kematian,” kata Ahmad Bassam al-Jamal kepada AFP, suaranya parau. “Anakku sekarang adalah seorang syahid di surga.”
Kota yang pernah menjadi rumah bagi 200.000 orang kini menampung lebih dari separuh penduduk Gaza, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).






