Hubungan dengan Indonesia Penting Bagi AS
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Sri Yanuarti menilai komunikasi Panglima TNI dan pemimpin militer AS tersebut sebagai hal yang penting bagi kedua negara.
Kata dia, bagi AS, hubungan militer yang baik dengan Indonesia dapat menyeimbangkan kekuatan Tiongkok, terutama terkait konflik di Laut Tiongkok Selatan. Termasuk keseimbangan di Selat Malaka yang merupakan jalur sibuk bagi AS dan Eropa.
“Jadi saya pikir Amerika Serikat berkepentingan, meskipun tidak berdampak langsung dan bukan daerah yang diklaim langsung. Tapi itu terkait kepentingan mereka sebagai balance of power,” ujar Sri Yanuarti kepada VOA, Minggu (28/1/2024).
Sedangkan bagi Indonesia, hubungan militer dengan AS dapat memperkuat Indonesia dalam memenuhi Minimum Essential Force (batas minimal kekuatan pokok militer yang harus dimiliki suatu negara), terutama untuk penguatan Alutsista pada periode presiden baru mendatang dan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) mendatang.
Kendati, kata Yanuarti, pengadaan Alutsista TNI kini tidak terlalu bergantung kepada AS seperti pada masa reformasi. Sebab, Indonesia saat ini dapat belanja Alutsista dari negara-negara di Eropa.
Selain itu, menurut Yanuarti, upaya menjaga hubungan baik ditunjukkan dalam bentuk latihan bersama yang digelar AS dan Indonesia setiap tahun seperti Super Garuda Shield.
“Komunikasi ini dibangun untuk penjajakan pengamanan Laut Tiongkok Selatan dan penjajakan untuk penguatan Alutsista TNI di presiden baru mendatang,” tambahnya. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: M Sarih






