“Ada beberapa hal menarik lainnya yang terjadi tahun ini yang sangat menyita perhatian masyarakat. Es laut Antartika adalah salah satunya. Sejauh ini, catatan tahun lalu merupakan yang terendah dalam sejarah es laut Antartika, dan es laut Arktik sekali lagi merupakan salah satu dari sepuluh tahun yang paling banyak mencatat kandungan panas laut, dan juga merupakan rekor tahun ini,” jelas Russ Vose.
Rata-rata luasan bidang es laut Arktik tahunan, termasuk di antara 10 yang terendah sejak 1979, menurut NOAA, sedangkan luasan bidang es laut Antartika adalah yang terendah yang pernah tercatat.
NOAA memperkirakan ada satu dari tiga kemungkinan, 2024 akan lebih hangat dibandingkan 2023.
NOAA memperkirakan ada kemungkinan 99 persen, bahwa 2024 akan masuk dalam lima tahun terpanas yang pernah tercatat.
“Kami memperkirakan jika kondisi berjalan seperti sebelumnya, 2024 mungkin juga akan menjadi tahun terpanas lainnya. Namun, seperti yang saya sebutkan,sejumlah hal tidak terjadi sesuai harapan dalam beberapa bulan terakhir. Oleh karena itu, kami sangat tertarik untuk melihat bagaimana semua akan terjadi pada 2024. Ini akan memberi kesempatan kepada kami, mungkin, untuk memiliki kesimpulan lebih baik tentang apa yang sebenarnya terjadi,” lanjut Schmidt.
Ada beberapa faktor yang menjadikan 2023 sebagai tahun terpanas dalam sejarah, namun para ahli mengatakan sejauh ini faktor terbesarnya adalah meningkatnya jumlah gas rumah kaca di atmosfer. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam





