Dana BOS Diduga Lenyap Tanpa Laporan, Kemungkinan Pemalsuan Data Guru di SDS Bina Ilmu

Ilustrasi

Musi Rawas, JurnalTerkini.id – Laporan dana “Bantuan Operasional Sekolah” (BOS) SDS Bina Ilmu di Kabupaten Musi Rawas diduga tidak transparan. Temuan media mengkonfirmasi ketidaktransparanan ini kepada Ahmad Suhendra, kepala lembaga pendidikan tersebut.

Temuan meliputi ketidakadaan laporan penggunaan dana BOS tahap 3, sementara catatan dana tahap 2 sebesar Rp154.800.000 pada 25 Juli 2023 untuk 344 murid penerima, namun laporan rinciannya mencantumkan semua angka Rp0.

Bacaan Lainnya

Kejanggalan lainnya terkait tenaga pendidikan, di mana data menunjukkan hanya 7 guru dengan total mata pelajaran 20. Rekapitulasi status profesi guru malah mencantumkan 15 orang, dan kategori SDS Bina Ilmu mencantumkan 52, tetapi totalnya menjadi 53 orang.

SDS Bina Ilmu Kabupaten Musi Rawas (jurnalterkini.id/alam budi kesuma)

Kebingungan inilah yang menjadi tanda tanya besar tentang transparansi laporan sekolah tersebut, bagaimana laporan profil sekolah dan penggunaan dana BOS di tempat ini terkesan begitu semrawut. Namun keterangan yang diminta oleh media terhadap Ahmad Suhendra hanya diacuhkan sangat terkesan ada yang ditutupi dan tidak mampu menjawab fakta dan data yang ada.

“Sudah Pak. Nnti dikonfirmasikan ya Pak, ini lgi diluar. Maaf Alamat bpk dimana Pak?, ” ungkapnya saat dihubungi via ponsel Rabu (10/01/2024).

Seketika itu juga media menanyakan lewat sistem mana laporan tersebut dibuat serta meminta kepada kepala SDS Bina Ilmu ini untuk memberikan data yang iA miliki, karena sangat berbanding terbalik dengan data yang ditemukan oleh media.

“Saya lagi ngk dirumah,lagi diluar ad hajatan dirumah keluarga. Besok sy konfirmasi kn, ” lanjutnya. Dan kemudian hilang kabar berita hingga saat ini. (abk)

Editor: Anton Marulam

Total Views: 325

Pos terkait