BPS Catat Inflasi Desember 2023 Jauh Lebih Rendah dari Tahun Lalu

Seorang penjual cabai sedang memilah hasil panennya di kiosnya di pasar tradisional Jakarta, 4 Juni 2015. Komoditas cabai adalah salah satu penyumbang utama inflasi pada Desember 2023. (Foto: REUTERS/Darren Whiteside)
Seorang penjual cabai sedang memilah hasil panennya di kiosnya di pasar tradisional Jakarta, 4 Juni 2015. Komoditas cabai adalah salah satu penyumbang utama inflasi pada Desember 2023. (Foto: REUTERS/Darren Whiteside)

Pengamat: Inflasi Rendah Bukan karena Keberhasilan Pemerintah

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai besaran inflasi yang lebih rendah dari tahun sebelumnya bukan karena keberhasilan pemerintah. Sebaliknya, kata dia, inflasi rendah tersebut dikarenakan lemahnya daya beli masyarakat dan dunia usaha.

Bacaan Lainnya

Ini menyusul kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia pada kuartal ketiga dan keempat 2023 yang bisa memicu penurunan laju kredit perbankan. Lemahnya daya beli dapat berakibat pada penurunan belanja masyarakat yang juga dapat berdampak pada ekonomi. Selanjutnya karena belanja atau permintaan turun maka harga barang dan jasa tidak naik atau inflasi tidak terjadi.

“Saya kira ini harus diwaspadai ketika era suku bunga tinggi dan inflasi rendah, maka ekonomi akan melemah. Jadi, patut dikhawatirkan,” ujar Tauhid kepada VOA, Selasa (2/1/2024).

Tauhid menilai pemerintah juga mengatasi persoalan dalam sektor pangan yang memiliki andil terhadap inflasi, terutama produk hortikultura yang harganya bergejolak seperti cabai dan sayuran. Kata dia, pemerintah semestinya bisa mengantisipasi dampak cuaca terhadap tanaman hortikultura dengan memanfaatkan teknologi seperti dilakukan di negara-negara maju. Dengan kondisi seperti ini, Tauhid memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2023 akan berada di bawah 5 persen. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam

Total Views: 680

Pos terkait